Konsumsi Pertalite Naik 2 Persen, Pertamina: Pasokan Batam Tetap Aman

Yashinta • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 22:01 WIB
Ilustrasi Pertalite
Ilustrasi Pertalite

batampos – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite di Kota Batam tetap aman meski terjadi peningkatan konsumsi setelah penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan konsumsi tercatat sekitar 2 persen dan masih berada dalam batas kuota yang ditetapkan pemerintah.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko, mengatakan peningkatan konsumsi tersebut masih tergolong normal dan tidak memengaruhi ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

"Secara umum, stok dan kuota Pertalite di Batam masih aman. Memang ada peningkatan konsumsi sekitar 2 persen setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tetapi kenaikan tersebut masih dalam batas yang bisa kami kendalikan," ujarnya.

Baca Juga: Bea Cukai Baru Sita 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjungpinang 

Bagus menjelaskan, konsumsi Pertalite di Batam saat ini mencapai sekitar 400 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jumlah tersebut masih dapat dipenuhi melalui pasokan yang tersedia di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menurutnya, pertumbuhan konsumsi BBM di Batam juga menunjukkan tren yang stabil. Secara tahunan, kenaikan konsumsi berada pada kisaran 4 hingga 5 persen, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

"Kalau melihat tren tahunan, pertumbuhan konsumsi BBM di Batam sekitar 4 sampai 5 persen. Angka tersebut masih normal dan menunjukkan aktivitas masyarakat serta mobilitas kendaraan tetap berjalan," katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial mengenai isu kelangkaan maupun kenaikan harga BBM bersubsidi.

Baca Juga: Tak Hanya Meningitis, Vaksin Covid-19 Masih Jadi Syarat Haji dan Umrah

Bagus menegaskan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina hanya berlaku untuk produk BBM nonsubsidi, sedangkan harga Pertalite tetap mengikuti kebijakan pemerintah dan tidak mengalami perubahan.

"Informasi di media sosial terkadang menyebar sangat cepat dan belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami mengimbau masyarakat memastikan informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan atau pembelian BBM secara berlebihan," jelasnya.

Ia menilai masyarakat Batam cukup bijak menyikapi berbagai informasi terkait BBM. Kondisi di lapangan tetap kondusif dan tidak terjadi antrean panjang seperti yang sempat muncul di sejumlah daerah lain.

"Respons masyarakat Batam cukup baik. Mereka cenderung lebih tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas. Kondisi ini membantu menjaga situasi tetap kondusif sehingga distribusi BBM berjalan normal," ungkapnya.

Terkait harga BBM nonsubsidi, Bagus menjelaskan bahwa penyesuaian harga akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar.

"Untuk produk nonsubsidi, harga memang mengikuti dinamika pasar. Apabila harga minyak dunia mengalami perubahan, tentu akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan harga berikutnya," katanya.

Ia menambahkan, Pertamina terus memantau penyaluran BBM di seluruh SPBU guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Selama pembelian dilakukan sesuai kebutuhan, pasokan BBM di Batam dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
pertalite pertamina