batampos – Bank Mandiri memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam melalui digitalisasi transaksi, perluasan akses pasar, hingga pembinaan bisnis. Langkah ini dilakukan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat pertumbuhan usaha.
Vice President Bank Mandiri Kantor Wilayah Batam, Rizky David Paulus, mengatakan dukungan terhadap UMKM tidak hanya difokuskan pada pembiayaan. Bank Mandiri juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan layanan transaksi digital agar arus kas bisnis berjalan lebih cepat.
Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Livin' Merchant, yang memungkinkan transaksi pembayaran diproses secara real time. Dengan sistem tersebut, dana hasil transaksi langsung diterima pelaku usaha tanpa harus menunggu proses pencairan selama satu hingga dua hari.
"UMKM itu sangat butuh yang namanya cash flow. Kalau cash flow-nya terhambat satu atau dua hari, itu sangat signifikan memengaruhi usahanya," kata David, Senin (3/8).
Menurutnya, kecepatan arus kas menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang mengandalkan perputaran modal setiap hari.
Livin' Food Perluas Pasar UMKM
Selain menghadirkan layanan pembayaran digital, Bank Mandiri juga mengembangkan fitur Livin' Food untuk membantu pelaku usaha kuliner memperluas pasar.
Melalui fitur tersebut, produk UMKM dapat ditampilkan di dalam aplikasi Livin', sehingga lebih mudah ditemukan dan dipesan oleh pengguna aplikasi Bank Mandiri.
"Jadi lebih gampang kita bisnis matching antara UMKM sama nasabah kita," ujarnya.
David mengungkapkan, jumlah pengguna aplikasi Livin' di Kota Batam telah mencapai lebih dari 600 ribu pengguna. Basis pengguna tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen melalui ekosistem digital.
Bank Mandiri berperan sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan nasabahnya agar transaksi tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung.
"Nasabah kita kita ketemukan dengan mereka. Itulah memang tugas kami sebagai bank, apalagi bank pemerintah, untuk bisa jadi intermediator antara nasabah dan juga nasabah yang lain," katanya.
Pembinaan hingga Peluang Ekspor
Selain digitalisasi, Bank Mandiri juga memberikan pendampingan kepada UMKM binaan, khususnya debitur mikro.
Para pelaku usaha dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi dan pameran UMKM di Batam maupun Kepulauan Riau sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan pemasaran.
Tak hanya menyasar pasar domestik, Bank Mandiri juga mendorong UMKM binaannya untuk menembus pasar internasional.
Pelaku usaha diberikan edukasi mengenai transaksi lintas negara, termasuk tata cara menerima pembayaran dan transfer dari luar negeri sebagai bekal memasuki pasar ekspor.
Menurut David, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berkembang dari usaha berskala kecil menjadi menengah hingga mampu bersaing di pasar global.
"Sehingga UMKM ini bukan hanya pemain lokal saja, tapi juga menjadi pemain di luar sana, internasional," ujarnya.
Melalui digitalisasi layanan, pembiayaan, pembinaan, serta pembukaan akses pasar, Bank Mandiri berharap semakin banyak UMKM di Batam yang mampu meningkatkan skala usaha dan memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang. (*)
Editor : Putut Ariyo