Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Kepri Aman, Terminal Tanjung Uban Jadi Andalan

Antara • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:04 WIB
Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga
Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga

batampos - Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam kondisi aman dan berjalan dengan baik.

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan, kepastian tersebut disampaikan setelah jajaran Dewan Komisaris melakukan peninjauan kesiapan operasional perusahaan di Kepri pada Rabu (5/8/2026).

Peninjauan juga mencakup aspek pengamanan objek vital nasional serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina Patra Niaga.

"Peninjauan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris untuk memastikan operasional dan distribusi energi berjalan dengan baik," kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sabar didampingi Komisaris Bambang Suswantono dan Wanti Waranei F Mamahit, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya.

Rombongan mengunjungi Integrated Terminal Tanjung Uban, Satuan Pendidikan (Satdik) 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban, serta program community involvement and development (CID) bertajuk "Kampung Bahari Si Pelaut" yang merupakan binaan Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam.

Terminal Tanjung Uban Layani Ribuan Pergerakan Kapal

Salah satu fokus kunjungan adalah memastikan kesiapan Integrated Terminal Tanjung Uban sebagai bagian penting dari rantai distribusi energi di wilayah barat Indonesia.

Terminal tersebut telah melayani distribusi energi selama hampir satu abad. Saat ini, Terminal Tanjung Uban menjadi salah satu terminal dengan aktivitas penerimaan dan penyaluran BBM serta LPG yang tinggi.

Sepanjang 2025, terminal tersebut melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal atau rata-rata lebih dari 200 kapal setiap bulan.

Integrated Terminal Tanjung Uban berdiri di atas lahan seluas 247 hektare. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG.

Dari terminal tersebut, BBM disalurkan ke sejumlah wilayah di sepanjang pesisir timur Sumatera, terutama wilayah utara dan sebagian wilayah selatan. Distribusi juga menjangkau Kalimantan Barat.

Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya mengatakan tingginya aktivitas kapal dan luasnya wilayah penyaluran menunjukkan strategisnya posisi Terminal Tanjung Uban dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

"Integrated Terminal Tanjung Uban merupakan salah satu terminal yang sangat sibuk dan menjadi tulang punggung distribusi energi di Sumatera, serta turut mendukung penyaluran ke Kalimantan," ujar Kadek.

Menurut dia, tingginya aktivitas di terminal membuat kesiapan fasilitas, keandalan operasional, dan pengamanan objek vital nasional harus terus dijaga.

"Dengan aktivitas yang sangat tinggi, maka kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta pengamanan objek vital nasional harus terus dijaga agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar," katanya.

Bahas Pengamanan Objek Vital Nasional

Selain meninjau fasilitas operasional, rombongan Dewan Komisaris juga membahas pengamanan objek vital nasional bersama jajaran TNI Angkatan Laut.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam kunjungan ke Satdik 1 Tanjung Uban. Sinergi antara Pertamina dan TNI AL dinilai penting untuk mendukung keamanan fasilitas energi sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG.

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi manajemen untuk mendengarkan langsung berbagai tantangan operasional yang dihadapi pekerja di lapangan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke program pemberdayaan masyarakat "Kampung Bahari Si Pelaut" di Batam.

Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat Pertamina Patra Niaga melalui skema community involvement and development.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga memastikan aspek operasional, keamanan fasilitas, distribusi energi, serta pemberdayaan masyarakat tetap berjalan secara berkelanjutan di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Editor : Putut Ariyo
distribusi energi Pertamina Patra Niaga bbm Tanjung Uban kepri