IBS 2026 Digelar, Indonesia Bidik Industri Baterai Global

JawaPos • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:28 WIB
Konferensi pers International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi. Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com
Konferensi pers International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi. Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com

batampos - National Battery Research Institute (NBRI) bersama Pamerindo Indonesia dan Indonesia Battery Association (Id Battery) kembali menggelar International Battery Summit (IBS) 2026.

Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam mendorong pengembangan ekosistem baterai Indonesia.

IBS 2026 mengusung tema “Empowering the Energy Transition through Advanced Battery Technology, Renewable Energy, Storage & E-mobility” dan dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Agustus 2026 di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 1.000 peserta dan 100 pembicara hadir dalam kegiatan tersebut. Pemangku kepentingan dari lebih dari 35 negara juga dijadwalkan berpartisipasi, mulai dari pemerintah, industri baterai dan kendaraan listrik, akademisi, lembaga riset, investor, penyedia teknologi, hingga sektor energi dan manufaktur.

Bahas Teknologi Baterai hingga Ekonomi Sirkular

IBS 2026 dirancang sebagai platform untuk membahas berbagai aspek dalam pengembangan industri baterai dan transisi energi.

Topik yang dibahas mencakup perkembangan teknologi baterai, manufaktur, bahan baku, penyimpanan energi, energi terbarukan, kendaraan listrik dan mobilitas, investasi, hingga pengembangan ekonomi sirkular.

Pengelolaan baterai setelah masa pakainya juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan membangun ekosistem baterai yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.

Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Baterai

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat perannya dalam industri baterai global. Potensi tersebut didukung sumber daya mineral, pertumbuhan sektor manufaktur, perkembangan ekosistem kendaraan listrik, serta meningkatnya investasi di sektor baterai.

Namun, pengembangan industri baterai nasional masih membutuhkan penguatan di berbagai sektor, termasuk riset dan inovasi, sumber daya manusia, infrastruktur, kebijakan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Research Professor BRIN sekaligus Founder NBRI, Prof. Evvy Kartini, mengatakan penguatan riset, inovasi, penguasaan teknologi, dan sumber daya manusia menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekosistem baterai nasional.

“Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, dan penguasaan teknologi, membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset, serta mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten,” ujar Evvy.

Menurut dia, Indonesia juga perlu belajar dari negara dan pelaku industri internasional yang telah lebih dahulu mengembangkan industri baterai dan kendaraan listrik.

Melalui IBS 2026, NBRI berharap para pemangku kepentingan nasional dan internasional dapat bertukar pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik sekaligus membuka peluang kerja sama.

“Melalui IBS 2026, kami ingin menghadirkan para pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam satu platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem baterai global,” katanya.

Industri Baterai Perlu Terintegrasi

Chairman Id Battery sekaligus Co-Chair International Battery Summit 2026, Niko Chandra, mengatakan Indonesia memiliki momentum untuk membangun industri baterai yang terintegrasi dan mampu bersaing di pasar global.

Ia berharap IBS 2026 dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, industri, akademisi, investor, dan lembaga riset.

“Kami berharap IBS 2026 dapat menjadi katalis utama dalam memperkuat kolaborasi dan mengakselerasi pertumbuhan industri baterai Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Niko.

Sementara itu, Senior Event Manager Pamerindo Indonesia, Max Bruinier, mengatakan IBS 2026 menjadi salah satu platform untuk mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, investor, akademisi, serta penyedia teknologi.

IBS 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju The Battery Show Asia–Indonesia, yang merupakan bagian dari Energy Week–IEE Series 2026 pada 2-5 September 2026.

“Melalui kolaborasi bersama NBRI dan Id Battery, kami berkomitmen untuk memperkuat keterhubungan di antara para pelaku industri,” kata Max.

Kebutuhan Baterai Tak Hanya untuk Kendaraan Listrik

Director of Business & Academy Development NBRI sekaligus Executive Director Id Battery, Muhammad Firmansyah, mengatakan kebutuhan baterai pada masa mendatang akan semakin luas.

Menurut dia, baterai tidak hanya dibutuhkan untuk kendaraan listrik, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi tersebut dibutuhkan untuk menyimpan energi dan membantu menjaga keandalan sistem ketika produksi energi terbarukan mengalami fluktuasi.

Dengan target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 GW, kebutuhan BESS dinilai semakin strategis untuk mengatasi sifat intermiten energi surya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.

“Karena itu, kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan lembaga riset menjadi sangat penting agar teknologi BESS dan baterai yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan sistem energi nasional,” ujar Firmansyah.

IBS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang investasi dan kolaborasi untuk mempercepat terbentuknya ekosistem baterai Indonesia yang terintegrasi, inovatif, dan berdaya saing global. (*)

Editor : Putut Ariyo
energi terbarukan International Battery Summit 2026 Industri Baterai BESS kendaraan listrik