batampos – Suadesa Festival 2026 menjadi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, dan promosi desa wisata di Kawasan Kuliner Tiyasan, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, pada 22–23 Agustus 2026.
Festival yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat serta memperluas pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Dengan target sekitar 1.200 pengunjung setiap hari, penyelenggara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha kuliner sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di kawasan tersebut.
Peserta festival berasal dari masyarakat setempat dan UMKM binaan, sehingga manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung, tetapi juga berlanjut setelah festival berakhir.
Lurah Sinduharjo, Sudarja, mengatakan kawasan Kuliner Tiyasan memiliki berbagai potensi yang masih dapat dikembangkan, baik di bidang ekonomi maupun kreativitas masyarakat.
Menurutnya, Suadesa Festival menjadi ruang bagi warga untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterlibatan warga sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat," ujar Sudarja.
Libatkan 40 UMKM dan 75 Pelaku Seni
Suadesa Festival 2026 menghadirkan empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Rakyat Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli.
Keempat program tersebut menggabungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan pengembangan kapasitas pelaku usaha, pelestarian seni budaya, serta kegiatan sosial dan lingkungan.
Sebanyak 40 pelaku UMKM lokal dan UMKM binaan ikut berpartisipasi dalam festival ini. Selain itu, sekitar 75 pelaku seni dari berbagai komunitas turut memeriahkan acara.
Pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan budaya seperti Kirab Bregodho, Hadroh, Badui, hingga penampilan musisi dan grup musik, di antaranya Smarai, Nona Sepatu Kaca, Kampayo, Jogja 90's, The Rain, dan Jikustik.
Rangkaian hiburan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan kunjungan ke kawasan kuliner Tiyasan.
PGN Perkenalkan Energi CNG untuk UMKM
Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan Suadesa Festival dirancang untuk menghubungkan pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Menurutnya, festival ini menjadi sarana memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan kuliner, ekonomi kreatif, dan desa wisata, sekaligus memperkenalkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan.
"Suadesa Festival 2026 merupakan festival berbasis masyarakat yang mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat serta UMKM lokal melalui pengembangan potensi kuliner, ekonomi kreatif, dan desa wisata. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan CNG sebagai alternatif energi yang praktis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Krisdyan.
Ia menilai Kawasan Kuliner Tiyasan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata kuliner unggulan berbasis potensi lokal.
Target kunjungan sekitar 1.200 orang per hari diharapkan memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha, tidak hanya dari Sleman dan Kota Yogyakarta, tetapi juga dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Solo, Magelang, hingga Muntilan.
Selain memperkuat UMKM, festival ini juga menjadi momentum pengenalan layanan CNG Cylinder/Gaslink bagi pelaku usaha yang belum terjangkau jaringan gas pipa, terutama sektor UMKM serta hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness dan engagement, sekaligus membuka minat pelaku usaha untuk melihat CNG sebagai salah satu alternatif energi yang dapat mendukung kegiatan operasional mereka," kata Krisdyan. (*)
Editor : Putut Ariyo