23 UMKM Kepri Raup Penjualan Rp5,3 Miliar di KKI 2026, Produk Fesyen Jadi Andalan

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:01 WIB
Beberapa pelanggan sedang melihat kain tenun dan wastra khas Kepulauan Riau (Kepri) pada acara KKI yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di JICC. (ANTARA/HO-BI Kepri)
Beberapa pelanggan sedang melihat kain tenun dan wastra khas Kepulauan Riau (Kepri) pada acara KKI yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di JICC. (ANTARA/HO-BI Kepri)

batampos  – Sebanyak 23 UMKM unggulan Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mencatatkan penjualan mencapai Rp5,3 miliar dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Jakarta pada 20-23 Agustus 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto mengatakan produk ready-to-wear menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap total transaksi UMKM Kepri selama mengikuti pameran tersebut.

Secara keseluruhan, KKI 2026 mencatat nilai penjualan sementara sebesar Rp177,2 miliar hingga 23 Agustus 2026. Dari angka tersebut, UMKM asal Kepri menyumbang Rp5,3 miliar.

"KKI 2026 mencatatkan capaian positif dengan nilai penjualan sementara per 23 Agustus 2026 sebesar Rp177,2 miliar dengan kontribusi penjualan oleh UMKM Kepri sebesar Rp5,3 miliar," kata Rony dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

23 UMKM Kepri Tampilkan Produk Unggulan

KKI merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ajang tersebut telah diselenggarakan sebanyak 11 kali dan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar serta memperkenalkan produk unggulan mereka kepada konsumen yang lebih luas.

Pada KKI 2026, 23 UMKM unggulan Kepri menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, wastra, fesyen, kerajinan tangan (craft), hingga home decor.

Beberapa UMKM Kepri yang turut ambil bagian antara lain Rumah Tenun Lingga, Sambal Sijago, Kenara, Narata, Isna Puring, dan Iluh Craft.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal Kepri ke pasar nasional sekaligus membuka peluang penetrasi pasar internasional.

UMKM Kepri Mulai Bidik Pasar Ekspor

Keikutsertaan UMKM Kepri dalam KKI 2026 dinilai strategis karena Kepulauan Riau memiliki posisi penting sebagai wilayah perdagangan dan industri sekaligus kawasan pariwisata serta ekonomi kreatif di perbatasan Indonesia.

Peluang ekspor bahkan mulai terbuka bagi sejumlah UMKM yang mengikuti ajang tersebut.

Berdasarkan hasil business matching (BM) ekspor KKI, Sambal Sijago, UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman, mendapatkan peluang untuk memasuki pasar Australia dan Amerika Serikat.

Sementara itu, UMKM Putri Anjani yang bergerak di bidang wastra juga memiliki potensi untuk memperluas pasar ke Italia.

Peluang tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM Kepri tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga mulai dilirik calon pembeli dari mancanegara.

Produk Wastra dan Kuliner Catat Peningkatan Omzet

Selain membuka peluang ekspor, keikutsertaan dalam KKI 2026 juga memberikan dampak terhadap omzet sejumlah UMKM.

Produk wastra dan kuliner asal Kepri tercatat mengalami peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.

Rony menilai capaian tersebut menjadi indikasi bahwa produk lokal memiliki daya saing yang cukup kuat.

"Ini membuktikan bahwa kualitas produk lokal UMKM Kepri memiliki potensi besar untuk menarik minat pasar dan siap bersaing secara nasional maupun internasional," ujarnya.

BI Perkuat UMKM melalui Tiga Strategi

Bank Indonesia terus mendorong UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional melalui kebijakan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Pengembangan tersebut diarahkan melalui tiga strategi utama.

Pertama, mendorong ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing. Kedua, memperluas pembiayaan inklusif serta keuangan berkelanjutan. Ketiga, memperkuat literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.

Ketiga strategi tersebut kemudian diterapkan melalui sejumlah program, termasuk penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi UMKM.

Dengan strategi tersebut, UMKM Kepri diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan omzet di pasar domestik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk naik kelas dan menembus pasar internasional. (*)

Editor : Putut Ariyo
Ekonomi Kreatif UMKM Kepri KKI 2026 ekspor bank indonesia