Dipesan Rp2,9 Triliun, Obligasi Sosial BTN Naik Jadi Rp2 Triliun

jpg • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:04 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.

batampos - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali mendapat respons positif dari investor melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026.

Selama masa bookbuilding pada 1-14 September 2026, total pemesanan obligasi mencapai Rp2,9 triliun. Nilai tersebut setara dengan 2,9 kali dari target awal penerbitan sebesar Rp1 triliun.

Tingginya permintaan tersebut mendorong BTN meningkatkan nilai final penerbitan menjadi Rp2 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan tingginya minat investor menunjukkan kepercayaan terhadap BTN sekaligus meningkatnya perhatian terhadap instrumen pembiayaan yang memiliki dampak sosial.

"Minat yang masuk mencapai Rp2,9 triliun dari target awal Rp1 triliun, sehingga kami menetapkan final size penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun," ujar Nixon, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, respons tersebut tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Terbitkan Dua Seri Obligasi

Obligasi sosial BTN tersebut diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki nilai Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan kupon 7,05 persen.

Sementara itu, Seri B memiliki nilai Rp1,05 triliun dengan tenor tiga tahun dan menawarkan kupon 7,25 persen.

Dengan demikian, total nilai kedua seri tersebut mencapai Rp2 triliun.

BTN menargetkan tanggal penerbitan sekaligus penerimaan dana hasil penerbitan obligasi pada 6 Oktober 2026.

Dana Obligasi untuk Pembiayaan Berdampak Sosial

Nixon mengatakan penerbitan Social Bond merupakan bagian dari implementasi visi keberlanjutan BTN yang telah dituangkan dalam roadmap jangka panjang perseroan.

Dana yang dihimpun akan diarahkan untuk membiayai sejumlah proyek yang memiliki dampak sosial, terutama penyediaan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain sektor perumahan, dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang perumahan rakyat, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta program lain yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Social Bond ini menjadi bagian dari perjalanan BTN dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Nixon.

Menurut dia, BTN ingin memastikan pembiayaan yang disalurkan melalui dana tersebut dapat mendukung akses perumahan, inklusi ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penerbitan obligasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperkuat sumber pendanaan perseroan. Di sisi lain, instrumen tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor yang memiliki manfaat sosial bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (*)

Editor : Putut Ariyo
Obligasi Sosial Social Bond Nixon Napitupulu btn perbankan