Peti Kemas Pelabuhan Batam Tumbuh 8,2 Persen, Batu Ampar Lampaui Target

Putut Ariyo • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:44 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Hingga Agustus 2026, arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Hingga Agustus 2026, arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan.

batampos - Aktivitas kepelabuhanan di Batam terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang Januari-Agustus 2026. Arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain peti kemas, volume bongkar muat general cargo juga meningkat 8 persen menjadi 8.174.446 ton. Sementara mobilitas penumpang mencapai 6.718.075 orang atau tumbuh 8,02 persen secara tahunan (YoY).

Data tersebut disampaikan BP Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan. Hingga akhir Agustus 2026, penerimaan sektor kepelabuhanan tercatat Rp303,14 miliar.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pertumbuhan aktivitas pelabuhan menjadi salah satu indikator pergerakan ekonomi dan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

"Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam," ujar Amsakar.

Batu Ampar Lampaui Target Tahunan

Kinerja Terminal Umum Batu Ampar menjadi salah satu capaian yang menonjol. Volume bongkar muat general cargo di terminal tersebut mencapai 1.376.034 ton hingga Agustus 2026.

Angka itu sudah mencapai 102 persen dari target tahunan.

Sementara Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatat realisasi bongkar muat sebesar 2.792.750 ton atau 80 persen dari target tahunan.

Untuk peti kemas, realisasi 542.927 TEUs telah mencapai 72 persen dari target 2026 yang ditetapkan sebanyak 750.000 TEUs.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni mengatakan penerimaan Rp303,14 miliar tersebut setara 61,85 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar.

"Capaian istimewa diraih Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102%, sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80% dari target," urai Benny.

Penumpang Capai 6,7 Juta Orang

Selain arus barang, aktivitas penumpang di pelabuhan juga meningkat. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah penumpang domestik dan internasional mencapai 6.718.075 orang.

Kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 73.230 call, naik 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan peningkatan mobilitas tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan di terminal.

"Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel," tegas Li Claudia.

Dorong Modernisasi Pelabuhan

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan optimalisasi aset kepelabuhanan.

"Kinerja positif yang melampaui 100% pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan. Melalui penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, kami memastikan setiap aset kepelabuhanan BP Batam dioptimalkan secara komersial dengan standar tata kelola yang transparan dan profesional," ujar Denny.

BP Batam menyatakan pengembangan sektor kepelabuhanan ke depan akan diarahkan pada peningkatan kapasitas layanan, modernisasi fasilitas, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan dan proses logistik.

Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat peran Pelabuhan Batam sebagai simpul logistik dan transshipment hub di kawasan Selat Malaka. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
logistik Batam bp batam batu ampar ekonomi batam pelabuhan batam