batampos - Sebanyak 180 produk usaha mikro dari 12 kecamatan di Kota Batam masuk dalam proses kurasi untuk ditetapkan sebagai produk unggulan daerah. Produk tersebut berasal dari empat kategori, yakni makanan, minuman, craft atau kerajinan, dan fesyen.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim mengatakan, proses pemilihan produk unggulan telah dimulai sejak April 2026.
Kurasi dilakukan untuk memetakan potensi produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” ujar Salim.
180 Produk UMKM Batam Dinilai Tim Kurator
Salim menjelaskan, 180 produk yang telah diinventarisasi selanjutnya menjalani proses kurasi dan penilaian oleh tim yang melibatkan pihak independen dan profesional.
Tim kurator tersebut antara lain berasal dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), asosiasi industri, serta pelaku industri kreatif.
Untuk kategori makanan dan minuman, aspek yang dinilai meliputi kualitas dan kuantitas, potensi pasar, digitalisasi dan daya saing, inovasi serta muatan lokal, kemasan, hingga dampak sosial ekonomi.
Sementara itu, produk fesyen dan craft dinilai berdasarkan kualitas dan kuantitas, desain dan kreativitas, nilai budaya serta muatan lokal, potensi pasar dan digitalisasi, serta dampak sosial ekonomi.
Khusus produk craft, penilaian juga mencakup fungsi dan estetika produk.
“Proses pemilihan dilakukan melalui pendaftaran pelaku usaha melalui kecamatan, kurasi tingkat kecamatan, penilaian oleh tim kurator, hingga penetapan hasil kurasi,” katanya.
Produk yang ditetapkan sebagai produk unggulan akan memperoleh piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan.
Namun, menurut Salim, manfaat program tersebut tidak hanya berupa penghargaan. Produk yang terpilih juga akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memberikan fasilitasi pembinaan dan promosi.
Produk Unggulan Didorong Naik Kelas
Salim mengatakan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses penetapan dan pemberian penghargaan.
Produk yang dinilai memiliki potensi pasar akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Penetapan produk unggulan ini untuk mengidentifikasi produk usaha mikro yang memiliki kualitas dan daya saing, mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan, sekaligus memberikan pengakuan terhadap produk usaha mikro unggulan Kota Batam,” ujarnya.
Upaya peningkatan kualitas tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari produk, kemasan, inovasi, hingga kemampuan pelaku usaha memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar.
Pemko Batam Siapkan Ruang Promosi UMKM
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Pemko Batam terus membuka ruang promosi dan pemasaran bagi produk lokal.
Salah satunya melalui Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang. Fasilitas serupa direncanakan diperluas ke Gedung DPRD Kota Batam dan diupayakan hadir di Bandara Internasional Hang Nadim.
Menurut Amsakar, peningkatan aktivitas pariwisata di Batam menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Kehadiran wisatawan dapat menjadi pasar potensial bagi produk makanan, minuman, kerajinan, dan fesyen yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
“Kami dan Ibu Li Claudia sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata untuk memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Amsakar. (*)
Editor : Putut Ariyo