ASEAN Foundation Buka Akses Pasar dan Teknologi untuk Wirausaha Sosial di Asia Tenggara

jpg • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:33 WIB
Sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN terpilih mengikuti ASEAN SEDP Elevate. Foto: Istimewa
Sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN terpilih mengikuti ASEAN SEDP Elevate. Foto: Istimewa

batampos - Pelaku wirausaha sosial di kawasan Asia Tenggara mendapat peluang lebih luas untuk mengembangkan bisnis melalui akses pasar dan teknologi yang dibuka ASEAN Foundation.

Program ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) Elevate dirancang untuk membantu wirausaha sosial memperluas skala usaha sekaligus memperkuat dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.

ASEAN Foundation menggagas ASEAN SEDP Elevate sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan di Asia Tenggara.

Executive Director ASEAN Foundation Dr. Piti Srisangnam mengatakan, program tersebut berfokus membantu wirausaha sosial mengatasi berbagai kendala dalam memperluas skala bisnis tanpa mengurangi dampak positif yang dihasilkan dalam jangka panjang.

”ASEAN SEDP merupakan bagian dari komitmen untuk membangun ekosistem ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, di mana wirausaha sosial dapat berkolaborasi dan mengakses peluang di luar pasar domestik mereka,” ujar Piti Srisangnam, dikutip dari siaran pers, Selasa (22/9).

”Melalui ASEAN SEDP Elevate, kami terus membuka jalur bagi wirausaha sosial untuk berkembang dan memperluas dampak positif mereka,” imbuhnya.

ASEAN Foundation Gandeng SAP

Dalam pelaksanaan program tersebut, ASEAN Foundation menggandeng SAP untuk membantu pelaku wirausaha sosial meningkatkan kapabilitas digital dan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi.

President and Managing Director SAP Southeast Asia (ASEAN) Liher Urbizu mengatakan, sebagai perusahaan global di bidang aplikasi perusahaan dan kecerdasan buatan (AI), SAP akan memimpin rangkaian masterclass yang menjadi salah satu bagian utama ASEAN SEDP Elevate.

”Melalui rangkaian tersebut, para alumni dibekali kapabilitas dan perangkat AI yang aplikatif untuk membantu menjawab berbagai tantangan terkait akses pasar, kesiapan investasi, hingga pengukuran dampak sosial,” ungkap Liher.

Menurut Liher, transformasi digital dapat memberikan dampak ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memanfaatkan teknologi dalam menyelesaikan persoalan nyata.

”Di SAP, kami percaya bahwa transformasi digital yang bermakna dimulai ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menerapkan teknologi dalam menjawab tantangan nyata,” ujarnya.

Liher menambahkan, kemitraan dengan ASEAN Foundation melalui ASEAN SEDP Elevate tidak hanya memberikan akses terhadap perangkat AI, tetapi juga menjadi bagian dari investasi terhadap wirausahawan dan inovator yang mendorong perubahan positif di masyarakat.

”Dengan membekali wirausaha sosial dengan kapabilitas digital dan AI yang aplikatif, kami turut mendukung terciptanya ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan di Asia Tenggara,” katanya.

Alumni Indonesia Kembangkan Teknologi Biogas

Salah satu alumni ASEAN SEDP Elevate asal Indonesia, Bianca Angelique, Engineering Officer su-re.co, mengatakan program tersebut membantu pihaknya mengembangkan solusi terhadap persoalan iklim melalui teknologi biogas.

Teknologi tersebut menjadi alternatif memasak yang lebih bersih sekaligus membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kayu bakar.

”Melalui Market Access Track, kami memperkuat pemahaman mengenai target segmen baru, saluran distribusi, mekanisme pembiayaan, serta peluang kemitraan,” ungkap Bianca.

Menurut Bianca, dukungan tersebut melanjutkan manfaat yang sebelumnya diperoleh melalui program ASEAN SEDP 4.0 dalam bentuk pendanaan hibah.

Saat ini, su-re.co juga memperluas jangkauan program ke Sumba melalui proyek Empowering Women and Youth in Sumba Demo Day.

Salah satu kegiatannya adalah memperkenalkan teknologi biogas kepada masyarakat Kadaghu Tana untuk pertama kalinya.

”Melalui ASEAN SEDP Elevate, kami tidak lagi hanya berfokus pada pembuktian bahwa solusi biogas kami dapat diterapkan, tetapi juga mulai membangun model bisnis yang dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas,” jelas Bianca.

”Program ini membantu kami memperkuat akses pasar, mengeksplorasi peluang pembiayaan dan kemitraan baru, serta menjangkau komunitas yang sebelumnya belum dapat kami akses,” tambahnya.

17 Wirausaha Sosial dari 10 Negara ASEAN Terpilih

Pada 21 dan 22 September 2026, peserta terpilih ASEAN SEDP Elevate menampilkan produk mereka dalam ASEAN Inclusive Business Forum 2026 di Manila.

Forum tersebut menjadi wadah untuk membangun koneksi dengan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra ekosistem dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN terpilih mengikuti ASEAN SEDP Elevate.

Program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masing-masing wirausaha sosial melalui lima jalur pendampingan khusus, yakni Market Access, Investment Readiness, Social Impact, AI, dan Custom Track.

Melalui lima jalur tersebut, peserta mendapatkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan bisnis, mulai dari perluasan pasar dan kesiapan investasi hingga penguatan dampak sosial serta pemanfaatan teknologi AI. (*)

Editor : Putut Ariyo
ASEAN Foundation Wirausaha Sosial ASEAN SEDP Elevate SAP Ekonomi Inklusif