Industri Percetakan Makin Digital

jpg • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB
flyer
flyer

batampos - Industri percetakan Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh pada 2026, dengan pertumbuhan sekitar 3,39 persen dan kumulatif stabil di kisaran 11,42 persen. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor packaging, label, dan textile printing.

Melihat perkembangan tersebut, Krista Exhibitions kembali menghadirkan ALLPrint Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober 2026. Pameran industri percetakan dan grafika ini menargetkan 60.000 pengunjung.

Perkembangan industri percetakan kini tidak lagi hanya bergantung pada kebutuhan cetak konvensional. Packaging, label, textile printing, hingga solusi digital ikut menjadi penggerak pertumbuhan seiring perubahan kebutuhan pasar.

Sektor packaging dan label disebut mencatat pertumbuhan hingga 20 persen, sedangkan textile printing tumbuh sekitar 15 persen. Perkembangan tersebut turut didorong penetrasi e-commerce dan kebangkitan sektor UMKM.

Perubahan perilaku pasar juga menggeser kebutuhan pelaku usaha dari produksi massal menuju produksi digital dan personal yang lebih fleksibel. Kondisi ini membuat transformasi digital, perkembangan digital printing, teknologi grafika, otomatisasi, serta kebutuhan kemasan semakin berperan dalam menentukan arah industri.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini telah menjangkau berbagai sektor dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Daud D. Salim.

ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta berbagai solusi untuk kebutuhan industri percetakan dan grafika dalam satu pameran internasional.

Pameran yang berlangsung selama empat hari tersebut menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Negara peserta antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia. Kolaborasi tersebut memperluas cakupan ekosistem industri yang hadir dalam pameran.

Pelaku usaha dapat mengakses berbagai teknologi, produk, dan solusi yang berkaitan dengan percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, serta sektor pendukung lainnya.

Pengunjung juga dapat melihat perkembangan teknologi secara langsung, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas, media cetak, hingga software.

Demonstrasi mesin dan produk menjadi bagian penting dalam pameran karena memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melihat penerapan teknologi sesuai kebutuhan produksi masing-masing.

ALLPrint Indonesia 2026 dirancang sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Dengan target 60.000 pengunjung, pameran ini menjadi ruang untuk memperluas jaringan bisnis, menemukan pemasok baru, bertukar informasi pasar, hingga menjajaki peluang kerja sama.

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi perusahaan yang tengah meningkatkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi baru. Pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, serta memperoleh referensi teknologi sebelum menentukan investasi.

Daud mengatakan perkembangan industri juga menciptakan kebutuhan dan peluang bisnis baru bagi pelaku usaha, terutama ketika teknologi semakin beragam dan saling terhubung.

“Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujarnya.

Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah seminar dan forum yang membahas perkembangan teknologi serta berbagai isu di industri percetakan.

Salah satunya seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya bertajuk “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat otomatisasi industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Beragam agenda tersebut memperluas fungsi pameran, tidak hanya sebagai tempat melihat produk dan teknologi, tetapi juga sebagai ruang pertukaran pengetahuan serta koneksi industri.

Topik yang dibahas mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, hingga perkembangan industri grafika. (*)

Editor : Putut Ariyo
industri percetakan ALLPrint Indonesia 2026 digital printing packaging textile printing