CAFTA 3.0 Dibuka, Indonesia Buru Investasi AI dan Pasar Baru Produk UMKM di China

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB
Peresmian Paviliun Indonesia di Hall D NICEC dalam rangka CAEXPO CABIS ke-23, 17-21 September 2026. Hadir dalam kesempatan itu; Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Guangzhou, Arianto Surojo,;Gubernur Kepri, Ansar Ahmad; Wakil Ketua Umum KADIN Andy Azhar Cakrawijaya; serta Ketua Mastel Sarwoto Atmosutarno; dan Pemilik Maspion Group, Alim Markus. Termasuk juga perwakilan pemerintah China menghadirkan Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Wu Jiashi, dan Deputi Direktur Sekretariat China ASEAN Expo, Tang Hongping. Foto: Jawa Pos Group
Peresmian Paviliun Indonesia di Hall D NICEC dalam rangka CAEXPO CABIS ke-23, 17-21 September 2026. Hadir dalam kesempatan itu; Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Guangzhou, Arianto Surojo,;Gubernur Kepri, Ansar Ahmad; Wakil Ketua Umum KADIN Andy Azhar Cakrawijaya; serta Ketua Mastel Sarwoto Atmosutarno; dan Pemilik Maspion Group, Alim Markus. Termasuk juga perwakilan pemerintah China menghadirkan Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Wu Jiashi, dan Deputi Direktur Sekretariat China ASEAN Expo, Tang Hongping. Foto: Jawa Pos Group

batampos – Implementasi Protokol Upgrade Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA 3.0) menjadi momentum Indonesia memperluas pasar ekspor sekaligus memburu peluang investasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Peluang tersebut dibidik Indonesia melalui partisipasi dalam The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Guangxi, Tiongkok, yang berlangsung 17–21 September 2026.

Paviliun Indonesia di Hall D dibuka dengan pertunjukan kolaborasi seniman Indonesia dan Tiongkok. Empat seniman menampilkan Rampak Gendang yang memadukan alat musik kendang dari Jawa Barat dengan perkusi khas Tiongkok.

Pembukaan Paviliun Indonesia dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Guangzhou Arianto Surojo, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Andi Anzhar Cakra Wijaya, serta Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno.

Dari pihak Tiongkok hadir Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang Wu Jiashi dan Deputi Direktur Sekretariat China-ASEAN Expo Tang Hongping.

Sebelumnya, CAEXPO 2026 yang mengusung tema "CAFTA 3.0 Opportunities, Better Life" dibuka secara resmi di ruang utama NICEC. Upacara tersebut dipimpin Wakil Perdana Menteri Pertama Tiongkok Ding Xuexiang bersama jajaran delegasi negara-negara ASEAN. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn juga hadir.

Ding menyampaikan implementasi Protokol CAFTA 3.0 bukan sekadar pemangkasan tarif. Menurutnya, fase baru tersebut diarahkan untuk menciptakan pasar regional yang lebih terbuka, adil, dan terintegrasi.

Tiongkok, kata Ding, berkomitmen memfasilitasi liberalisasi perdagangan jasa dan investasi lintas batas dengan negara-negara ASEAN.

Dalam bidang AI, Ding menyebut Tiongkok siap berbagi kemajuan teknologi pintar dan arsitektur digital melalui berbagai inisiatif, termasuk AI Grand Marketplace yang dihadirkan dalam CAEXPO 2026.

Menurut Konjen RI Guangzhou Arianto Surojo, CAEXPO menjadi salah satu sarana memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok.

Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok pada 2025 mencapai USD 154,58 miliar, dengan tren pertumbuhan 21 persen. Sementara periode Januari-Juni 2026, nilai perdagangan kedua negara telah mencapai USD 100,04 miliar.

"Indonesia bukan hanya pasar, tapi ekspor produk bernilai tinggi. Tegasnya, arah ke depan ekspor Indonesia tidak lagi fokus barang mentah, tapi produk hilirisasi, seperti besi, baja, feronikel, dan lain-lain," ujar Arianto.

Partisipasi Indonesia dalam CAEXPO 2026 dikoordinasikan Kementerian Perdagangan RI. Pemerintah menunjuk PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai mitra pelaksana Paviliun Indonesia seluas 2.000 meter persegi di Hall D5.

Pada edisi kali ini, Indonesia membawa sejumlah produk unggulan dengan fokus pada pengembangan pasar makanan olahan, sarang burung walet premium siap konsumsi, perhiasan, hingga furnitur.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi bersama Direktur Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Kemendag Deden Muhammad Fajar Shiddiq menegaskan, pergeseran menuju produk hilirisasi bernilai tambah sejalan dengan tren positif perdagangan bilateral.

Data Ditjen PEN Kemendag menunjukkan realisasi transaksi komitmen ekspor Indonesia di CAEXPO mengalami perkembangan dalam lima tahun terakhir.

Pada CAEXPO 2022, Indonesia membukukan transaksi sekitar USD 54,2 juta. Angka tersebut kemudian tercatat Rp106,45 miliar pada 2023 dan meningkat menjadi Rp479,4 miliar pada 2024.

Pada CAEXPO 2025, delegasi Indonesia mencatat transaksi USD132,07 juta atau sekitar Rp2,17 triliun.

Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya mengatakan implementasi CAFTA 3.0 membuka ruang bagi pelaku industri manufaktur dan UMKM untuk memperluas rantai pasok.

"Implementasi perdagangan bebas fase ketiga ini membuka ruang bagi rantai pasok industri manufaktur dan UMKM kita untuk sejajar. Kami mendorong kolaborasi investasi yang memperkuat struktur industri domestik secara bilateral," ujar Andi.

Peluang investasi daerah juga ditawarkan melalui keikutsertaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Bintan-Karimun.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, turut memimpin promosi dan komunikasi investasi dengan sejumlah pemangku kepentingan serta calon investor asal Tiongkok. Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi FTZ Bintan-Karimun sebagai kawasan strategis di gerbang barat Indonesia.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad,  menjelaskan soal FTZ Bintan-Karimun ke Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Wu Jiashi, dan Deputi Direktur Sekretariat China ASEAN Expo Tang Hongping. Foto: Jawa Pos Group
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan soal FTZ Bintan-Karimun ke Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Wu Jiashi, dan Deputi Direktur Sekretariat China ASEAN Expo Tang Hongping. Foto: Jawa Pos Group

Transaksi Digital dan Lompatan AI

Salah satu hal baru dalam CAEXPO 2026 adalah integrasi transaksi ritel lintas negara dengan teknologi digital. Transaksi delegasi dan pembeli asal Indonesia didukung interkoneksi dompet digital lokal melalui ekosistem Alipay+.

Pameran juga menghadirkan konsep AI Supermarket yang menampilkan berbagai perangkat dan solusi berbasis kecerdasan buatan.

Pemanfaatan AI turut menjadi perhatian institusi nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI membawa misi untuk mempelajari perkembangan arsitektur AI yang dapat mendukung pembangunan kota pintar berkelanjutan di Indonesia.

Langkah tersebut diperkuat MASTEL melalui penjajakan kemitraan dengan China-ASEAN AI Application Cooperation Center. Fokusnya antara lain pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik.

Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno mengatakan AI tidak lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi dan industri.

"Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan infrastruktur inti masa depan. MASTEL berkepentingan memastikan terjadinya transfer teknologi AI lintas batas, khususnya untuk mempercepat integrasi manajemen rantai pasok logistik di pelabuhan dan kawasan industri Indonesia," ujar Sarwoto.

Menurut dia, adopsi sistem berbasis AI diharapkan dapat membantu menekan beban biaya operasional industri nasional.

Di sisi lain, sejumlah korporasi Indonesia turut membawa produk dan UMKM binaan ke ajang tersebut. PT Pertamina (Persero) hadir bersama UMKM binaannya, berdampingan dengan industri manufaktur PT Maspion, BUMN Pelindo, serta Krakatau Sarana Infrastruktur.

Pada hari pertama pameran, PT Danadyaksa Patangga Nusantara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jiangsu Navston Technology/Galaxy Link.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan infrastruktur telekomunikasi berbasis satelit non-geostationary orbit (N-GSO) di Indonesia dan kawasan regional. (*)

Tren Transaksi Indonesia di CAEXPO

Edisi Nilai Transaksi Produk/Sorotan
CAEXPO 2022 ±USD54,2 juta Kelapa sawit, batu bara, kriya, fesyen
CAEXPO 2023 Rp106,45 miliar Makanan olahan, furnitur, dekorasi
CAEXPO 2024 Rp479,4 miliar Kelapa sawit, buah tropis, cengkeh, mi instan olahan
CAEXPO 2025 USD132,07 juta atau sekitar Rp2,17 triliun Pangan olahan halal, sarang burung walet, investasi regional
CAEXPO 2026 Masih berlangsung Makanan halal olahan, walet siap konsumsi, AI

 

Editor : M Tahang
CAFTA 30 CAEXPO2026 Guangxi tiongkok umkm