Ledakan AI dan Ekonomi Digital Dongkrak Kebutuhan Listrik Data Center

jpg • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB
Dalam agenda Alignment Forum Program Listrik Desa di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (13/7), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa percepatan Program Listrik Desa.
Dalam agenda Alignment Forum Program Listrik Desa di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (13/7), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa percepatan Program Listrik Desa.

batampos – Pertumbuhan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) mendorong peningkatan kebutuhan listrik untuk pusat data (data center) di Indonesia.

PT PLN (Persero) mencatat konsumsi energi dari 159 pelanggan data center yang dilayaninya telah mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan meningkatnya kebutuhan listrik di sektor data center menunjukkan semakin pentingnya dukungan infrastruktur energi terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital,” kata Darmawan, dikutip Senin (28/9/2026).

Menurut dia, pertumbuhan industri data center membutuhkan dukungan sistem kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik. Kebutuhan tersebut mencakup kapasitas, keandalan, kualitas daya, hingga pemanfaatan energi bersih.

Karena itu, PLN terus menyiapkan infrastruktur dan layanan ketenagalistrikan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

Darmawan mengatakan PLN juga akan memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan pusat data seiring pesatnya perkembangan AI dan transformasi digital.

“PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

159 Data Center Dilayani PLN

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati mengatakan saat ini PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA).

Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

Namun, pembangunan pusat data mulai meluas ke berbagai wilayah di luar Jawa-Madura-Bali, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Perluasan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan listrik dari sektor teknologi. Kondisi ini membuat perencanaan infrastruktur kelistrikan perlu disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan di setiap wilayah.

Dini menyebut konsumsi energi pelanggan data center PLN saat ini telah mencapai 2.378 GWh.

“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” kata Dini.

PLN Dorong Perencanaan Sejak Awal

Menurut Dini, salah satu tantangan PLN adalah menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas pasokan dengan keandalan sistem, keterjangkauan harga, dan stabilitas kelistrikan dalam jangka panjang.

Pengembangan pembangkit dan jaringan, kata dia, perlu direncanakan secara terintegrasi sejak awal untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center.

PLN karena itu mendorong pendekatan early alignment, yakni koordinasi sejak tahap awal pengembangan pusat data.

“Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah,” ujar Dini. (*)

Editor : Jamil Qasim
kebutuhan listrik kecerdasan buatan