Marine Hose Yokohama dari Batam Tembus 40 Negara

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:42 WIB
Engineer Yokohama Rubber Company, Yosuke Araya, saat memberikan sambutannya di Batam, Rabu (30/9). Foto: Jamaluddin/Batam Pos
Engineer Yokohama Rubber Company, Yosuke Araya, saat memberikan sambutannya di Batam, Rabu (30/9). Foto: Jamaluddin/Batam Pos

batampos - Produk selang untuk mentransfer minyak dari fasilitas lepas pantai ke kapal tanker bukan sekadar komponen industri. Kegagalan pada marine hose dapat menyebabkan kebocoran minyak dan mencemari laut.

Karena itu, kualitas dan keandalan menjadi faktor penting dalam produksi marine hose. Di tengah kebutuhan tersebut, Batam diposisikan Yokohama sebagai salah satu basis produksi untuk memasok pasar global.

PT Yokohama Industrial Products Manufacturing Indonesia (YI-ID) telah beroperasi di Batam sejak 2014. Produksi dimulai setahun kemudian. Dari fasilitas tersebut, produk marine hose dan perlengkapan pendukungnya dikirim ke berbagai negara.

Asisten General Manager Sales PT Yokohama Industrial Products Manufacturing Indonesia, Agus Tamrin R, mengatakan fasilitas Batam merupakan salah satu dari dua basis produksi marine hose Yokohama di dunia. Fasilitas lainnya berada di Jepang.

Namun, volume pengiriman dari Batam disebut lebih besar dibandingkan fasilitas di Jepang.

”Kita punya dua pabrik, satu di Jepang dan satu di Batam. Tapi kapasitas dan jumlah pengiriman dari Batam ke seluruh negara itu jauh lebih tinggi dibanding yang di Jepang,” kata Agus di Batam, Rabu (30/9).

Marine Hose Batam Tembus 40 Negara

Menurut Agus, produk yang diproduksi di Batam kini telah menjangkau lebih dari 40 negara.

Dengan cakupan tersebut, fasilitas YI-ID tidak lagi hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, tetapi telah menjadi bagian dari rantai pasok global Yokohama.

”Yokohama Batam bukan cuma supply ke domestik saja, tapi juga supply ke seluruh dunia. Customer kami lebih dari 40-an negara,” ujarnya.

Marine hose merupakan produk yang dibuat secara spesifik sesuai kebutuhan pengguna. Salah satu penggunaannya adalah mentransfer minyak dari fasilitas offshore menuju kapal tanker.

Penggunaan di laut dan keterkaitannya dengan proses pemindahan minyak membuat aspek keselamatan menjadi sangat penting. Kebocoran sekecil apa pun dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan laut dan kegiatan operasional.

”Marine hose ini selang yang dipakai untuk mentransfer minyak dari offshore ke tanker. Kalau terjadi kegagalan atau kebocoran sekecil apa pun, minyaknya bisa menyebar ke laut,” kata Agus.

Karena itu, pengguna tidak hanya perlu memperhatikan spesifikasi produk, tetapi juga teknologi, kualitas, serta standar keselamatan yang diterapkan.

Yokohama Gelar Seminar Marine Hose di Batam

Aspek teknologi dan keselamatan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam seminar teknis Yokohama bertajuk Mastering Marine Hose Systems: Insights from 70+ Years of Experience yang berlangsung di Batam pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.

Seminar diikuti sekitar 60 peserta dari 40 perusahaan yang berasal dari 20 negara. Peserta terdiri atas pelanggan dan mitra Yokohama, termasuk pengguna dari sektor minyak dan gas.

”Yang datang ini rata-rata orang-orang yang memang expert di bidang oil and gas dan memang user yang menggunakan produk ini,” ujar Agus.

Kegiatan tersebut menjadi forum bagi produsen dan pengguna untuk membahas teknologi, kualitas, serta aspek keselamatan marine hose yang digunakan dalam kegiatan operasional.

Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengunjungi fasilitas produksi Yokohama di Batam.

Fasilitas Batam Terus Berkembang

YI-ID bergerak dalam pembuatan dan penjualan marine hose, selang ship-to-ship (STS), serta fender pneumatik.

Pembangunan fasilitas di Batam dimulai pada 2014. Produksi dan penjualan selang STS serta fender pneumatik dimulai pada 2016, kemudian produksi marine hose untuk pasar domestik pada 2017.

Selama sekitar 11 tahun produksi, fasilitas Batam berkembang dari basis manufaktur menjadi salah satu pemasok produk Yokohama untuk pasar internasional.

Agus mengatakan aktivitas pelanggan sempat melambat akibat kondisi pasar dan kekhawatiran terhadap anggaran maupun pengiriman. Namun, permintaan mulai kembali bergerak.

”Kondisi sekarang customer juga sempat ngerem, agak slowdown. Tapi sekarang sudah mendingan, sudah mulai comeback,” ujarnya.

Batam Punya Posisi Strategis

Posisi Batam menjadi salah satu faktor pendukung bagi kegiatan manufaktur Yokohama. Kota ini berada di jalur perdagangan internasional dan memiliki kedekatan geografis dengan Singapura.

Kondisi tersebut memberikan keuntungan dari sisi logistik dan akses terhadap jalur pelayaran internasional, terutama untuk industri yang produknya digunakan dalam kegiatan offshore dan pengangkutan minyak.

Keberadaan industri marine hose juga menunjukkan bahwa basis manufaktur Batam tidak hanya menghasilkan produk konsumsi maupun komponen umum. Produk dengan kebutuhan teknis dan standar keselamatan tinggi turut diproduksi dari kawasan industri Batam untuk pasar internasional.

Tantangannya adalah menjaga kapasitas produksi agar berjalan seiring dengan kualitas produk, kompetensi tenaga kerja, teknologi, serta standar keselamatan yang dibutuhkan industri minyak dan gas.

Melalui kegiatan berbagi pengetahuan dengan pengguna, Yokohama berharap pemahaman terhadap pemilihan dan penggunaan marine hose semakin meningkat.

”Semoga ilmu-ilmu yang kita share di sini bisa membuat customer lebih aware tentang produk yang bagus untuk kebutuhan, khususnya di perusahaan tempat mereka beroperasi untuk oil and gas,” kata Agus. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Industri Migas manufaktur Yokohama Marine Hose batam