Inggris Negosiasi Cadangan Solar dengan Eropa di Tengah Tekanan AS

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 17:31 WIB
Inggris negosiasi cadangan solar dengan Eropa di tengah tekanan Amerika Serikat (The Guardian)
Inggris negosiasi cadangan solar dengan Eropa di tengah tekanan Amerika Serikat (The Guardian)

batampos - Inggris tengah bernegosiasi dengan sejumlah negara Eropa mengenai kemungkinan pelepasan stok darurat solar untuk mengantisipasi kenaikan harga energi dan potensi gangguan pasokan dari Amerika Serikat.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (4/10/2026), pembahasan tersebut melibatkan Komisi Eropa, Jerman, Prancis, Italia, dan Irlandia.

Negosiasi dilakukan di tengah tekanan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar negara-negara Eropa mengurangi sebagian cadangan diesel mereka. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan sekaligus menekan harga bahan bakar global.

Tekanan terhadap negara-negara Eropa meningkat setelah Trump mempertimbangkan larangan ekspor diesel dari Amerika Serikat sebagai upaya menekan harga bahan bakar di dalam negeri.

Inggris Bergantung pada Impor Solar AS

Inggris menghadapi risiko lebih besar karena ketergantungannya terhadap pasokan solar dari Amerika Serikat.

Sekitar sepertiga impor solar Inggris pada tahun lalu berasal dari AS. Sementara itu, produksi dalam negeri belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional.

Kondisi tersebut terjadi ketika harga bahan bakar di Inggris mengalami kenaikan. Harga rata-rata solar bahkan mencapai rekor 199,72 pence per liter.

Harga minyak mentah Brent juga meningkat dari sekitar 72 dolar AS per barel menjadi lebih dari 101 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut semakin menambah tekanan terhadap pasar bahan bakar Eropa.

Eropa Hadapi Ancaman Krisis Energi

Inggris dan negara-negara Eropa kini menghadapi dilema antara meningkatkan pasokan bahan bakar untuk menekan harga dan mempertahankan cadangan energi sebagai antisipasi kemungkinan gangguan pasokan selama musim dingin.

Komisi Eropa dijadwalkan menggelar pembahasan mendesak bersama negara-negara anggotanya untuk menentukan langkah bersama. Badan Energi Internasional (IEA) juga akan dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Inggris menyatakan negara tersebut masih memiliki sumber pasokan energi yang beragam dan tangguh.

Pemerintah juga menegaskan terus berkomunikasi dengan mitra internasional dan industri bahan bakar untuk memantau perkembangan pasar serta memastikan keamanan pasokan energi. (*)

Editor : Jamil Qasim
negara Eropa darurat solar