Impor Batam Tembus US$13,97 Miliar, Ekspor US$12,83 Miliar

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 09:09 WIB
infografis
infografis

batampos - Aktivitas perdagangan luar negeri Batam sepanjang Januari-Agustus 2026 menunjukkan arus barang impor lebih besar dibandingkan ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, nilai impor Batam selama delapan bulan pertama 2026 mencapai US$13,97 miliar. Sementara nilai ekspor tercatat US$12,83 miliar.

Dengan demikian, nilai impor Batam lebih tinggi sekitar US$1,14 miliar dibandingkan ekspor.

Tingginya impor terutama berkaitan dengan kebutuhan industri terhadap mesin, peralatan, dan berbagai barang penunjang produksi.

Nilai impor tersebut meningkat 19,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-Agustus 2025, nilai impor Batam tercatat US$11,72 miliar.

Sementara itu, ekspor Batam justru mengalami penurunan tipis. Nilainya turun 0,89 persen secara tahunan, dari US$12,95 miliar pada Januari-Agustus 2025 menjadi US$12,83 miliar pada periode yang sama 2026.

Kepala BPS Kota Batam Devi Indriastuti mengatakan, pelemahan ekspor secara kumulatif terutama dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas.

“Penurunan ekspor Januari-Agustus 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh menurunnya ekspor sektor nonmigas,” kata Devi.

Ekspor Nonmigas Turun, Agustus Justru Tumbuh

Nilai ekspor nonmigas Batam selama Januari-Agustus 2026 mencapai US$12,22 miliar. Angka tersebut turun 1,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$12,42 miliar.

Meski secara kumulatif menurun, kinerja ekspor pada Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan.

Nilai ekspor Batam pada Agustus mencapai US$1,61 miliar atau meningkat 4,33 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terjadi pada ekspor nonmigas maupun migas.

Ekspor nonmigas pada Agustus 2026 mencapai US$1,52 miliar atau tumbuh 2,90 persen secara tahunan. Sementara ekspor migas mencapai US$83,81 juta, melonjak 39,61 persen dibandingkan Agustus 2025.

Mesin dan Peralatan Listrik Dominasi Ekspor

Dari sisi komoditas, mesin dan peralatan listrik masih menjadi penopang utama ekspor Batam.

Komoditas dalam golongan HS 85 tersebut menyumbang lebih dari separuh nilai ekspor nonmigas. BPS mencatat nilainya mencapai US$6,63 miliar atau sekitar 54,27 persen dari total ekspor nonmigas selama Januari-Agustus 2026.

Ekspor Batam berikutnya ditopang mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan nilai US$1,54 miliar.

Kemudian terdapat berbagai produk kimia senilai US$636,70 juta, minyak dan lemak hewan atau nabati US$571,82 juta, serta benda-benda dari besi dan baja sebesar US$528,58 juta.

Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor terbesar Batam. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$3,58 miliar atau 27,90 persen dari total ekspor.

Namun, nilai ekspor ke Amerika Serikat turun 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Singapura berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$3,07 miliar atau 23,91 persen.

Pasar ekspor Batam berikutnya antara lain India, China, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Jerman, Malaysia, dan Thailand.

Impor Mesin dan Peralatan Capai US$5,93 Miliar

Di sisi impor, kebutuhan industri menjadi salah satu faktor yang membuat arus barang dari luar negeri tetap tinggi.

Barang yang masuk ke Batam tidak hanya berupa produk konsumsi, tetapi juga mesin dan peralatan yang mendukung kegiatan produksi.

Mesin dan peralatan listrik menjadi kelompok barang impor terbesar. Nilainya mencapai US$5,93 miliar atau 42,72 persen dari total impor nonmigas.

China menjadi negara pemasok terbesar bagi Batam. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$5,84 miliar atau 41,82 persen dari total impor nonmigas.

Besarnya impor mesin, peralatan, dan barang penunjang produksi menunjukkan kuatnya kebutuhan industri Batam terhadap pasokan dari luar negeri.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas produksi dan nilai tambah di dalam daerah agar barang modal yang masuk dapat mendukung ekspor.

Batu Ampar Jadi Pintu Utama Perdagangan Batam

Arus perdagangan luar negeri Batam sebagian besar bergerak melalui sejumlah pelabuhan utama.

Pelabuhan Batu Ampar menjadi salah satu pintu terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$8,87 miliar dan impor US$8,42 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.

Pelabuhan Sekupang mencatat nilai ekspor US$2,10 miliar dan impor US$4,17 miliar.

Sementara Pelabuhan Kabil/Panau membukukan ekspor US$1,11 miliar dan impor US$767,44 juta.

Data tersebut menunjukkan perdagangan luar negeri Batam masih bergerak kuat, meski pertumbuhan impor lebih cepat dibandingkan ekspor.

Hingga Agustus 2026, tantangan perdagangan Batam bukan semata-mata menekan nilai impor. Yang lebih penting adalah memastikan mesin, peralatan, dan barang penunjang produksi yang masuk mampu meningkatkan kapasitas industri, menciptakan nilai tambah, dan pada akhirnya memperkuat ekspor Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
Impor Batam Perdagangan Luar Negeri bps batam ekspor batam ekonomi batam