batampos – Danantara menargetkan konsolidasi perusahaan asuransi milik BUMN rampung pada akhir 2026. Konsolidasi tersebut mencakup bisnis asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan proses merger sejumlah perusahaan asuransi BUMN telah berjalan.
“Untuk merger asuransi juga sudah terjadi dan akhir tahun ini harus sudah jadi,” ujar Dony di Jakarta, Senin (5/10).
Konsolidasi juga mencakup industri asuransi syariah. Penataan dilakukan pada sejumlah lini, mulai dari asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit berbasis syariah.
Menurut Dony, konsolidasi asuransi syariah dibutuhkan untuk mendukung penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) berbasis syariah. Dengan entitas yang lebih terintegrasi, kebutuhan penjaminan KUR syariah diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif.
“Kebutuhan penjaminan KUR syariah dapat ditangani melalui entitas yang lebih terintegrasi,” katanya.
Konsolidasi perusahaan perasuransian tersebut merupakan bagian dari agenda streamlining atau penataan perusahaan di bawah Danantara.
Penataan dilakukan melalui sejumlah skema, antara lain penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.
Dony mengatakan restrukturisasi juga dapat dilakukan melalui penyertaan equity maupun in-rank asset yang pada akhirnya memiliki karakteristik serupa dengan equity.
“Restrukturisasi juga dapat dilakukan melalui penyertaan equity maupun in-rank asset yang pada akhirnya memiliki karakteristik serupa dengan equity,” tuturnya.
Danantara Pangkas Jumlah Entitas BUMN
Agenda konsolidasi asuransi menjadi bagian dari upaya Danantara menyederhanakan struktur perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya.
Saat ini terdapat 1.074 entitas yang dikelola Danantara. Jumlah tersebut ditargetkan berkurang menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.
Pengurangan jumlah entitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara sekaligus memperjelas fokus bisnis masing-masing perusahaan.
Dengan konsolidasi tersebut, Danantara juga mendorong terbentuknya struktur perusahaan yang lebih sederhana dan terintegrasi sehingga pengelolaan aset serta bisnis BUMN dapat dilakukan secara lebih efektif. (*)
Editor : Putut Ariyo