7 Perusahaan Antre IPO di BEI, Target 1.100 Emiten pada 2030 Makin Dekat

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:00 WIB
BEI menargetkan terdapat sebanyak 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030 mendatang. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
BEI menargetkan terdapat sebanyak 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030 mendatang. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline atau antrean untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga 2 Oktober 2026.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, dikutip Selasa (6/10).

Dari tujuh perusahaan tersebut, sebanyak dua perusahaan memiliki aset berskala besar, yakni di atas Rp250 miliar. Kemudian, tiga perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan dua perusahaan lainnya memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Klasifikasi skala aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Berdasarkan sektor usaha, empat perusahaan yang berada dalam pipeline IPO berasal dari sektor kesehatan. Kemudian, dua perusahaan bergerak di sektor energi dan satu perusahaan berasal dari sektor industri.

Sepanjang 2026 hingga 2 Oktober, BEI mencatat tujuh perusahaan telah melangsungkan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia telah mencapai 963 perusahaan. BEI menargetkan jumlah perusahaan atau emiten tercatat meningkat menjadi 1.100 perusahaan pada 2030.

135 Emisi EBUS Terbit

Selain pencatatan saham, BEI juga mencatat penerbitan 135 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) hingga 2 Oktober 2026.

Dari penerbitan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp132,98 triliun.

Pada periode yang sama, terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline untuk menerbitkan efek utang dan sukuk. Penerbit tersebut berasal dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), sebanyak 15 perusahaan telah melaksanakan aksi korporasi tersebut hingga 2 Oktober 2026.

Total dana yang dihimpun melalui rights issue mencapai Rp16,23 triliun.

Adapun saat ini terdapat satu perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properti. (*)

Editor : Cipi Ckandina
7 Perusahaan Antre IPO BEI Emiten