batampos - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan potensi kenaikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Harga tiket pesawat dan sejumlah komoditas pangan menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Humas BPS Kepri Resa Surya Utama mengatakan pola inflasi pada akhir tahun sebelumnya menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan harga, terutama akibat meningkatnya permintaan tiket pesawat dan pengaruh musim angin utara terhadap pasokan sejumlah komoditas pangan.
“Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, inflasi akhir tahun cenderung meningkat dipicu kenaikan harga tiket pesawat, belum lagi dampak musim angin utara yang mempengaruhi beberapa harga komoditas pangan,” kata Resa di Tanjungpinang, Selasa (6/10/2026).
Karena itu, BPS Kepri mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota memperkuat pengendalian harga pangan yang rentan mengalami perubahan dalam waktu singkat.
Komoditas seperti sayur-mayur, cabai merah dan cabai rawit dinilai perlu mendapat perhatian untuk menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun. Pengendalian harga tersebut diharapkan dapat menjaga inflasi Kepri tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.
“Target inflasi nasional sampai Desember 2026 itu maksimal 3,5 persen. Sementara hingga September 2026, inflasi di Kepri sudah 1,73 persen,” ujar Resa.
Inflasi Kepri September 3,49 Persen
Resa menjelaskan inflasi Kepri pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026 tercatat sebesar 0,27 persen. Sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, kangkung, daging ayam ras, biaya perguruan tinggi dan bayam.
Sementara itu, inflasi September 2026 dibandingkan September 2025 atau secara tahunan mencapai 3,49 persen.
Adapun inflasi September 2026 dibandingkan Desember 2025 tercatat 1,73 persen.
“Secara tahunan, inflasi Kepri hingga September 2026 masih terkendali, yaitu 1,73 persen,” kata Resa.
Berdasarkan tiga kabupaten/kota yang menjadi acuan penghitungan inflasi di Kepri, inflasi tahunan tertinggi pada September 2026 tercatat di Kota Tanjungpinang sebesar 3,76 persen.
Berikutnya Kota Batam sebesar 3,65 persen dan Kabupaten Karimun sebesar 1,63 persen.
BI Waspadai Harga Cabai
Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri Rony Widjiarto mengatakan BI bersama TPID telah menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir tahun.
Pada September, langkah yang dilakukan antara lain High Level Meeting TPID se-Kepri dan Rapat Koordinasi TPID Kota Batam. Selain itu, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan secara rutin di sejumlah kabupaten/kota.
BI dan TPID juga menyalurkan sarana dan prasarana ketahanan pangan kepada kelompok tani unggulan di Kepri.
Memasuki Oktober, Rony mengatakan terdapat sejumlah risiko yang perlu terus diwaspadai, mulai dari volatilitas harga emas dunia, tekanan inflasi dari komoditas impor, hingga potensi kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit.
Karena itu, BI bersama TPID Kepri akan memperkuat sinergi melalui peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan kerja sama antardaerah (KAD), serta koordinasi pengendalian inflasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Penguatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga inflasi Kepri pada akhir tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 (3,5 persen),” kata Rony. (*)
Editor : Putut Ariyo