Thomas Oentoro Pimpin Garuda Indonesia, Glenny Kairupan Jadi Komisaris Utama

jpg • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:51 WIB
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Harianto
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Harianto

batampos - Pergantian kepemimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi bagian dari kelanjutan transformasi maskapai nasional tersebut. Thomas Sugiarto Oentoro kini menjabat Direktur Utama, menggantikan Glenny H. Kairupan yang beralih menjadi Komisaris Utama.

Pergantian kepemimpinan yang berlangsung pada Kamis (8/10/2026) itu juga menandai berakhirnya masa tugas Fadjar Prasetyo sebagai Komisaris Utama setelah lebih dari dua tahun menjabat.

Perubahan susunan pimpinan berlangsung ketika Garuda Indonesia mulai menunjukkan perbaikan kinerja setelah melewati restrukturisasi. Meski demikian, perusahaan masih menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat kondisi keuangan, memulihkan kapasitas armada, dan meningkatkan daya saing.

Fadjar bergabung sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia pada Mei 2024. Sebelum memasuki lingkungan korporasi, dia memiliki pengalaman panjang sebagai penerbang militer dan menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2020–2024.

Selama masa pengawasannya, Garuda melanjutkan agenda penyehatan perusahaan, termasuk penguatan tata kelola, pengawasan risiko, dan kesinambungan restrukturisasi. Dewan Komisaris turut berperan memastikan keputusan strategis dan dukungan permodalan berjalan sesuai prinsip tata kelola serta keberlanjutan bisnis.

Fadjar menganggap posisi komisaris bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga arah dan integritas perusahaan. Menurut dia, Garuda memiliki dua mandat yang harus berjalan beriringan, yakni menjaga kesehatan bisnis sekaligus menjadi maskapai nasional yang merepresentasikan Indonesia di dunia internasional.

”Bagi saya, komisaris adalah penjaga arah, integritas, dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Fadjar dalam keterangan yang diterima, Senin (12/10/2026).

Salah satu agenda penyehatan yang berlanjut selama periode tersebut adalah penguatan struktur permodalan melalui dukungan BPI Danantara Indonesia dalam program penyehatan senilai total Rp23,67 triliun.

Dukungan itu menjadi bagian dari upaya menopang pemulihan armada, memperkuat operasional, dan menjaga keberlanjutan transformasi perusahaan.

”Jabatan komisaris bukanlah puncak karier. Jabatan tersebut adalah puncak tanggung jawab,” kata Fadjar.

Glenny Kairupan Fokus pada Stabilisasi Operasional

Glenny Kairupan menjabat Direktur Utama Garuda Indonesia sejak Oktober 2025, setelah sebelumnya menjadi bagian dari Dewan Komisaris. Selama memimpin perusahaan, dia berfokus pada stabilisasi bisnis dan operasional, termasuk mempercepat pemulihan armada serta meningkatkan produktivitas.

Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan kapasitas pesawat, tekanan biaya operasional, dan kebutuhan menjaga kualitas layanan. Pemulihan armada menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga keandalan penerbangan, dan mengoptimalkan pendapatan.

Sejumlah indikator perbaikan tercatat sepanjang semester I 2026. Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan USD 1,80 miliar, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba sebelum bunga dan pajak atau earnings before interest and taxes (EBIT) meningkat 12,7 persen menjadi USD 74 juta. Sementara itu, rugi bersih menyusut 23,2 persen menjadi USD 113 juta.

Perbaikan tersebut terjadi ketika perusahaan menghadapi kenaikan biaya avtur sebesar 43,6 persen secara tahunan. Meski menunjukkan perkembangan positif, Garuda masih perlu memperkuat kinerja agar dapat mencapai profitabilitas secara berkelanjutan.

Pergantian jabatan tidak mengakhiri keterlibatan Glenny dalam transformasi perusahaan. Kini, dia melanjutkan pengabdian sebagai Komisaris Utama untuk mengawal keberlanjutan agenda strategis Garuda Indonesia.

Thomas Oentoro Lanjutkan Transformasi Garuda Indonesia

Thomas Sugiarto Oentoro sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia sejak Oktober 2025. Pengalaman bekerja bersama Glenny menjadi bagian dari prosesnya sebelum menerima mandat sebagai Direktur Utama.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (9/10/2026), Thomas menyampaikan penghormatan kepada Glenny. Dia menilai Glenny memandang Garuda Indonesia bukan semata-mata sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai representasi martabat bangsa dan kepercayaan masyarakat.

Thomas menyadari bahwa melanjutkan kepemimpinan di tengah proses transformasi bukan tugas ringan. Perusahaan masih membutuhkan pembenahan fundamental, pengambilan keputusan strategis, serta konsistensi dalam menjaga pemulihan.

Menurut Thomas, pergantian pemimpin bukan berarti perusahaan harus memulai kembali dari awal. Fondasi yang telah dibangun perlu diteruskan agar transformasi dapat berjalan lebih jauh.

Dengan Thomas memimpin jajaran direksi dan Glenny berada di Dewan Komisaris, Garuda Indonesia memasuki fase lanjutan transformasi. Fokus berikutnya mencakup penguatan profitabilitas, peningkatan produktivitas armada, perbaikan kesehatan keuangan, dan peningkatan daya saing di industri penerbangan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Thomas Sugiarto Oentoro Glenny Kairupan Fadjar Prasetyo transformasi Garuda Indonesia garuda indonesia