Industri Event Indonesia Siapkan Kalkulator Ekonomi, Apa Tujuannya?

jpg • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Kota Tua Jakarta ’Menyala’! Video Mapping dan Konser Band Meriahkan Malam Imlek 2026. Foto: Ryandi Zahdomo/JawaPos.com
Kota Tua Jakarta ’Menyala’! Video Mapping dan Konser Band Meriahkan Malam Imlek 2026. Foto: Ryandi Zahdomo/JawaPos.com

batampos - Kontribusi ekonomi industri event di Indonesia belum dapat dihitung secara akurat karena belum tersedia instrumen pengukuran yang secara khusus mengukur dampak sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.

Untuk menjawab kebutuhan itu, para pelaku industri event tengah mengembangkan Event Economic Calculator, sebuah instrumen pengukuran yang akan menjadi dasar penyusunan white paper mengenai kontribusi ekonomi industri event di Indonesia.

Rancangan instrumen tersebut digarap dalam rangkaian Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Harryadin Mahardika, salah satu inisiator Event Economic Calculator, mengatakan instrumen tersebut dirancang untuk menghasilkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Data itu nantinya menjadi landasan analisis mengenai dampak ekonomi penyelenggaraan event.

“Tujuan Event Economic Calculator adalah agar kita bisa mendapatkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Harryadin kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Menurut Harryadin, data dari sejumlah institusi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, dan kementerian, belum secara langsung dan spesifik mengukur kontribusi industri event. Sebagian data yang tersedia merupakan data turunan yang belum tentu dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengukuran sektor tersebut.

Karena itu, Event Economic Calculator dikembangkan agar penghitungan kontribusi industri event tidak hanya mengandalkan indikator pengganti atau estimasi. Instrumen ini diharapkan mampu menghasilkan angka agregat yang menggambarkan dampak ekonomi kegiatan event secara lebih menyeluruh.

“Namun, untuk menghasilkan white paper yang memiliki dasar data dan analisis akurat, kita terlebih dahulu membangun sebuah kalkulator untuk industri event di Indonesia,” kata Harryadin.

Pengumpulan Data Industri Event Diawasi

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan data direncanakan mencakup kegiatan event yang diselenggarakan anggota asosiasi terkait. Pengukuran akan menggunakan metodologi penelitian yang diawasi komite dan dilengkapi pemeriksaan silang untuk menjaga validitas data.

Harryadin mengatakan mekanisme pengawasan diperlukan untuk mencegah penggelembungan angka maupun penyalahgunaan data. Dengan proses tersebut, hasil pengukuran diharapkan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan gambaran yang lebih representatif mengenai kondisi industri.

“Proses pengisian data juga akan diawasi dan melalui pemeriksaan silang (cross-check) untuk memastikan tidak ada angka yang digelembungkan atau disalahgunakan,” ujarnya.

Karakter industri event yang mengandalkan kolaborasi juga menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan instrumen tersebut. Berbagi data antarpelaku industri dinilai dapat membantu mengidentifikasi keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya.

Dengan demikian, perhitungan kontribusi ekonomi diharapkan dapat mencakup aktivitas industri secara lebih luas, bukan hanya melihat dampak setiap event secara terpisah.

“Namun, industri event memiliki karakter yang unik karena sangat kolaboratif. Oleh sebab itu, data justru perlu dibagikan dan ditunjukkan agar kita bisa melihat keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya,” kata Harryadin.

IVES 2026 Dorong Pengukuran Dampak Ekonomi

Ketua Umum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana Putra, turut mendorong pengukuran dampak ekonomi sebagai bagian dari agenda IVES 2026.

Menurut dia, industri event perlu menunjukkan kontribusinya melalui data yang terukur. Upaya tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan peningkatan profesionalitas dan standardisasi industri.

Dukungan juga disampaikan Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Ifan. Dia menilai program Event Economic Calculator dapat membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pengembangan instrumen ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran kontribusi ekonomi industri event secara lebih terukur. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan white paper yang dapat digunakan sebagai bahan analisis bagi pelaku industri maupun pemangku kepentingan pemerintah. (*)

Editor : Putut Ariyo
Ekonomi Kreatif industri event Event Economic Calculator IVES 2026 Backstagers Indonesia