Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Suroso Isnandar Gantikan Darmawan

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:01 WIB
Suroso Isnandar, Direktur Utama PT PLN (Persero). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. (wikipedia)
Suroso Isnandar, Direktur Utama PT PLN (Persero). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. (wikipedia)

batampos – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan transformasi menyeluruh di PT PLN (Persero), mulai dari pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10). Pertemuan itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Suroso Isnandar yang saat itu menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Pada hari yang sama, Suroso resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Ia menggantikan Darmawan Prasodjo di tengah tuntutan pemerintah untuk memperkuat kinerja perusahaan dan ketahanan energi nasional.

Berpengalaman di Berbagai Posisi Strategis

Suroso bukan orang baru di lingkungan PLN. Ia meniti karier di perusahaan listrik pelat merah tersebut melalui sejumlah jabatan strategis, terutama di bidang pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan, penyaluran, dan teknologi informasi.

Pada 2019–2021, ia menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Selanjutnya, pada 2021–2022, ia memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali.

Kariernya berlanjut sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat pada 2022–2023. Sebelum ditunjuk menjadi direktur utama, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, itu menempuh pendidikan sarjana bidang Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Ia kemudian meraih gelar Master of Science bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay pada 1999.

Pada 2025, Suroso menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Teknik Elektro di ITB. Ia juga memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) yang berkaitan dengan tata kelola dan manajemen risiko.

Diharapkan Perkuat Kinerja dan Pelayanan

Penunjukan Suroso mendapat respons positif dari Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), H Teuku Yudhistira. Ia menilai pergantian pimpinan PLN menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan memperkuat profesionalisme.

“Pertama-tama tentunya kami mengucapkan selamat kepada Bapak Suroso Isnandar yang telah diberi amanah sebagai Dirut PLN sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Menurut Yudhistira, pengalaman panjang Suroso di lingkungan PLN menjadi modal penting untuk memimpin perusahaan. Sebagai pejabat yang meniti karier dari dalam, Suroso dinilai memahami kondisi internal dan bisnis inti ketenagalistrikan.

“Yang pertama, Suroso adalah murni pegawai PLN yang pastinya sangat memahami denyut nadi perusahaan. Dengan latar belakang pendidikan dan jabatan yang pernah diembannya, pastinya beliau sangat memahami tentang energi kelistrikan yang menjadi core bisnis PLN,” katanya.

Yudhistira berharap kepemimpinan baru dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan listrik yang semakin andal. Ia juga berharap PLN mampu mendukung agenda pemerintah, termasuk target pengembangan PLTS hingga 100 GW dan penguatan ketahanan energi nasional.

“Selain itu, dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya, Suroso juga kami yakini mampu menjalankan program Asta Cita Presiden untuk memberikan pelayanan kelistrikan secara maksimal di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi PLN membutuhkan sinergi seluruh jajaran perusahaan, mulai dari induk usaha, subholding, hingga anak perusahaan.

Menurut Yudhistira, pembenahan internal harus diikuti peningkatan kualitas layanan dan pencapaian kinerja yang terukur. Dengan demikian, PLN diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Jamil Qasim
PLN Bertransformasi pln