Ekspor Perikanan Batam Tembus Rp204 Miliar hingga Agustus 2026

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:57 WIB
Nelayan membawa ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Rakyat Sagulung. FOTO: IMAN WACHYUDI/BATAM POS
Nelayan membawa ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Rakyat Sagulung. FOTO: IMAN WACHYUDI/BATAM POS

batampos — Ekspor hasil perikanan Batam mencapai 5.447,06 ton dengan nilai transaksi Rp204,17 miliar hingga Agustus 2026. Capaian tersebut setara dengan 77,8 persen dari target volume tahunan sebesar 7.000 ton dan 72,9 persen dari target nilai ekspor Rp280 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, optimistis target ekspor perikanan tahun ini dapat tercapai. Pemerintah daerah berharap produktivitas nelayan tetap terjaga agar pasokan komoditas untuk pasar ekspor tidak terganggu.

“InsyaAllah akan terkejar. Data yang kami terima sampai Agustus sudah mencapai 5.447 ton dengan nilai ekspor Rp204,1 miliar. Mudah-mudahan tidak ada kendala, baik faktor cuaca maupun operasional,” kata Yudi, Senin (19/10).

Untuk memenuhi target tahunan, Batam masih membutuhkan tambahan volume ekspor sekitar 1.552,94 ton dalam empat bulan terakhir 2026. Sementara itu, nilai transaksi perlu meningkat sekitar Rp75,83 miliar.

Dengan demikian, capaian ekspor perikanan Batam telah melampaui tiga perempat target volume. Namun, pemerintah masih perlu menjaga konsistensi pengiriman sekaligus nilai jual komoditas agar kedua target dapat tercapai hingga akhir tahun.

Volume Ekspor Ikan Batam Melonjak pada Mei 2026

Data ekspor Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan pergerakan volume dan nilai transaksi yang berfluktuasi setiap bulan. Volume pengiriman tidak selalu berbanding lurus dengan nilai ekspor yang dihasilkan.

Pada Januari, ekspor perikanan Batam tercatat 652,67 ton dengan nilai Rp30,34 miliar. Pada Februari, volume meningkat menjadi 672,28 ton, tetapi nilai transaksinya relatif tetap, yakni Rp30,27 miliar.

Memasuki Maret, volume ekspor turun menjadi 546,26 ton dengan nilai Rp27,22 miliar. Pada April, volume kembali meningkat menjadi 599,35 ton, sedangkan nilai transaksi tercatat Rp24,15 miliar.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada Mei. Volume ekspor mencapai 1.208,30 ton, tertinggi sepanjang delapan bulan pertama 2026. Namun, nilai transaksi yang tercatat hanya Rp12,07 miliar.

Setelah itu, volume ekspor pada Juni turun menjadi 554,39 ton dengan nilai Rp21,30 miliar. Pada Juli, pengiriman mencapai 592,94 ton dengan nilai Rp29,23 miliar. Sementara itu, Agustus mencatat volume 620,87 ton dengan nilai Rp29,59 miliar.

Perbedaan pergerakan volume dan nilai tersebut menunjukkan bahwa besarnya pengiriman belum tentu menghasilkan nilai transaksi yang sebanding. Karena itu, komposisi komoditas dan nilai jual menjadi faktor penting dalam mengejar target ekspor perikanan Batam.

Singapura Jadi Tujuan Ekspor Perikanan Batam

Menurut Yudi, seluruh ekspor komoditas perikanan Batam dalam data tersebut ditujukan ke Singapura. Pengiriman dilakukan melalui sejumlah pintu keluar, antara lain Pelabuhan Belakang Padang, Tanjung Riau, dan Sagulung.

Berdasarkan catatan Badan Karantina Indonesia, komoditas yang dikirim cukup beragam. Jenisnya meliputi ikan kerapu, kakap, tenggiri, kaci, dan dingkis, serta udang vaname, sotong, kepiting atau rajungan, hingga lobster.

Yudi menjelaskan, sebagian besar komoditas tersebut berasal dari tangkapan nelayan tradisional di perairan Batam. Wilayah Belakang Padang, Bulang, dan Galang menjadi sejumlah kawasan sumber produksi perikanan.

Karakteristik geografis perairan Batam yang memiliki kawasan laut dangkal dan terumbu karang juga mendukung keberadaan berbagai jenis ikan karang.

“Perairan Batam umumnya laut dangkal dan perairan karang. Ikannya seperti ikan karang, kakap, kerapu, kaci, dingkis dan lainnya,” ujarnya.

Bantuan Alat Tangkap untuk Jaga Produksi Nelayan

Untuk mendorong peningkatan produksi perikanan, Dinas Perikanan Kota Batam memberikan dukungan berupa bantuan alat tangkap dan mesin kapal kepada nelayan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesinambungan pasokan komoditas untuk kebutuhan ekspor. Menurut Yudi, dukungan kepada nelayan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan peningkatan target ekspor tahun ini.

Pemerintah berharap fasilitas yang diberikan dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Meski demikian, pencapaian produksi tetap dipengaruhi kondisi cuaca dan kendala operasional di laut.

Target Ekspor Perikanan Batam Naik pada 2026

Target ekspor perikanan Batam pada 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, volume ekspor tercatat 6.406 ton dengan nilai Rp263 miliar. Nilai tersebut melampaui target tahunan sebesar Rp250 miliar.

Pada 2026, pemerintah menaikkan target volume ekspor menjadi 7.000 ton dan nilai transaksi menjadi Rp280 miliar.

Realisasi hingga Agustus memberikan modal bagi Batam untuk mengejar target tersebut. Namun, tantangan dalam empat bulan terakhir bukan hanya menambah volume pengiriman, melainkan juga menjaga nilai transaksi agar sejalan dengan peningkatan produksi.

Konsistensi pasokan nelayan, kelancaran operasional, kondisi cuaca, dan nilai jual komoditas akan menjadi faktor penting dalam menentukan pencapaian ekspor perikanan Batam hingga akhir 2026. (*)

Editor : Putut Ariyo
Dinas Perikanan Batam Ekspor Perikanan Batam Ekspor ke Singapura nelayan batam ekonomi batam