Transaksi Pembayaran Digital RI Tembus 18,09 Miliar pada Kuartal III 2026

jpg • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi seseorang melakukan transaksi QRIS. Foto: chatgp
Ilustrasi seseorang melakukan transaksi QRIS. Foto: chatgp

batampos - Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III 2026. Jumlah tersebut tumbuh 39,24 persen secara tahunan atau year on year (yoy), didorong peningkatan penggunaan layanan pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut didukung oleh semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital. Selain itu, kelancaran sistem pembayaran dan ketersediaan infrastruktur juga tetap terjaga.

Menurut Destry, volume transaksi melalui internet payments tumbuh 14,26 persen secara tahunan. Sementara itu, transaksi melalui mobile payments meningkat 45,55 persen secara tahunan.

Transaksi QRIS mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni mencapai 75,80 persen secara tahunan.

“Didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan 49,4 juta,” ujarnya.

Peningkatan jumlah pengguna dan merchant tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari transaksi belanja hingga pembayaran berbagai kebutuhan sehari-hari.

Transaksi BI-FAST Tumbuh 31,78 Persen

Dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, BI mencatat volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 1,631 miliar transaksi pada kuartal III 2026. Angka tersebut tumbuh 31,78 persen secara tahunan.

Nilai transaksi BI-FAST juga meningkat 33,91 persen secara tahunan menjadi Rp4.049 triliun.

BI-FAST merupakan infrastruktur pembayaran ritel yang mendukung transfer dana secara real-time dan tersedia sepanjang waktu. Layanan ini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung aktivitas pembayaran digital di Indonesia.

Sementara itu, transaksi melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mencatat nilai Rp53.817 triliun, turun 4,62 persen secara tahunan.

Meski nilainya terkontraksi, volume transaksi BI-RTGS justru meningkat 1,31 persen secara tahunan menjadi 2,79 juta transaksi.

Perbedaan pergerakan nilai dan volume tersebut menunjukkan bahwa jumlah transaksi BI-RTGS meningkat, meskipun nilai total dana yang diproses mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Uang Kartal yang Beredar Tumbuh 11,77 Persen

Di tengah meningkatnya transaksi digital, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai juga tetap terjaga. BI mencatat posisi Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,77 persen secara tahunan menjadi Rp1.341 triliun.

Destry mengatakan, BI terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia.

“Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” ungkapnya.

Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi, baik melalui layanan pembayaran digital maupun uang tunai, termasuk di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur keuangan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Transaksi Digital BI-FAST sistem pembayaran bank indonesia qris