Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Kembangkan Bioenergi

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 19:35 WIB
BBM campuran Bioetanol 5%. (dok. Holopis)
BBM campuran Bioetanol 5%. (dok. Holopis)

batampos – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan bioenergi, mulai dari optimalisasi fasilitas produksi biodiesel hingga penjajakan pengembangan bioetanol berbasis limbah dan produk samping industri perkebunan.

Kerja sama ini ditandai dengan tiga agenda utama. Pertama, pengumuman kembali nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan bersama Agrinas Palma Nusantara.

Kedua, penandatanganan Heads of Agreement (HoA) terkait penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Ketiga, penandatanganan nota kesepahaman bersama SGN untuk menjajaki riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua atau second-generation bioethanol (2G).

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan bioenergi nasional. Indonesia dinilai memiliki potensi besar dari sektor perkebunan dan industri pengolahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional," ujar John dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/11).

Dia menjelaskan, kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diawali dengan pengumuman kembali nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan yang sebelumnya disepakati pada 25 Mei 2026.

Agenda tersebut diwakili Harsono Budi Santoso dan Gagah Guntur Aribowo, serta disaksikan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa.

Kolaborasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan HoA oleh Harsono Budi Santoso dan Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara, Nurhidayat.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi FAME di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 600 ribu ton per tahun.

Melalui kesepakatan itu, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama untuk mengevaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, hingga pengembangan fasilitas produksi FAME.

Kajian tersebut mencakup aspek teknis, operasional, komersial, finansial, dan hukum. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan struktur serta skema kerja sama yang dinilai layak.

Pelaksanaan kerja sama lebih lanjut tetap mempertimbangkan hasil studi kelayakan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, serta persetujuan pihak dan instansi berwenang.

Bidik Bioetanol dari Produk Samping Tebu
Selain pengembangan biodiesel, Pertamina NRE juga memperluas pengembangan bioenergi melalui penjajakan produksi bioetanol generasi kedua bersama SGN.

Kerja sama ini berfokus pada riset dan pengembangan bioetanol 2G dengan memanfaatkan produk samping dari kegiatan perkebunan dan pengolahan tebu.

Ruang lingkup penjajakan meliputi aspek teknis, ketersediaan bahan baku, teknologi, rantai pasok, hingga kelayakan ekonomi. Seluruh aspek tersebut akan dikaji sebagai dasar untuk menentukan potensi kerja sama lebih lanjut.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso mengatakan, kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas portofolio bioenergi dengan mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia.

"Kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME, sementara kerja sama dengan SGN berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua. Kedua inisiatif ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komersial untuk melihat potensi serta kelayakan kerja samanya," jelas Harsono.

Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina NRE berupaya memperluas pemanfaatan sumber daya perkebunan menjadi energi terbarukan sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi nasional. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Agrinas NRE SGN pertamina