Batampos – Unit Investigasi Kriminal Internasional (OCIU) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta memperkuat kolaborasi keamanan AS-Indonesia bersama mitra utama, termasuk Otoritas Bandara Kuala Namu dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Utara, Ma’mun, Agen Khusus (Special Agent) OCIU, Shane Lloyd, menyebutkan, bahwa komitmen bersama Amerika Serikat dan Indonesia terkait hal ini bertujuan menjaga keamanan perbatasan.
"Salah satu tujuan utama pemerintah AS adalah memberantas imigrasi ilegal dan dokumen palsu. Kantor Imigrasi Indonesia telah menjadi mitra penting kami dalam mencapai tujuan ini," ujar Agen Spesial Lloyd dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kemendag Perkuat UMKM Batam melalui Klinik Desain untuk Tembus Pasar Global
Dia juga mengatakan, melalui kerjasama ini, bisa menjadikan kedua negara mampu mengatasi masalah ini dengan lebih aman, kuat, dan lebih sejahtera.
Pertemuan ini juga membahas rencana untuk mengadakan pelatihan dan menyediakan sumber daya bagi petugas imigrasi Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapabilitas mereka di bidang ini.
Pelatihan bersama antara OCIU dan aparat penegak hukum Indonesia akan diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia tahun ini. Setelah Medan, akan diadakan di Batam, Bali, dan Balikpapan, dengan topik mulai dari deteksi dokumen palsu, perdagangan manusia, pendeteksian penyamar (imposter), teknik wawancara, dan materi penting lainnya bagi petugas imigrasi di garis depan.
Selama kunjungan, OCIU meninjau alat pendeteksi dokumen perjalanan dan identitas palsu berteknologi canggih yang diberikan oleh Biro Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri AS kepada Kantor Imigrasi Sumatera Utara di Bandara Internasional Kuala Namu. Alat ini merupakan bagian dari hibah senilai USD 200.000. Teknologi ini membantu petugas di lapangan untuk mengidentifikasi dokumen identitas palsu atau yang telah dimodifikasi, baik di Medan, Jakarta, Denpasar, Batam, maupun Bandung.
Baca Juga: 761 Lansia Batam Menunggu Berangkat Haji, Total Pendaftar 17.320 Orang
Konsul AS untuk wilayah Sumatra, Bernard Uadan, turut hadir dalam pertemuan OCIU dengan Wakapolda Sumatera Utara, Brigadir Jenderal Rony Samtana, dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda dalam menjaga keamanan fasilitas Konsulat AS di Medan serta dalam merespons cepat insiden yang melibatkan warga negara AS.
Kunjungan ini mencerminkan kemitraan yang erat dan terus berkembang antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam menjaga keamanan kawasan, memperkuat integritas perbatasan, dan memerangi kejahatan lintas negara. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak