Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Eksploitasi dan Prostitusi Online Menjamur di Kawasan Sagulung dan Batuaji  

Yofie Yuhendri • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:00 WIB

 

 

Petugas Tim Gabungan memeriksa pengunjung THM dalam operasi pekat, Sabtu (7/12) malam.
Petugas Tim Gabungan memeriksa pengunjung THM dalam operasi pekat, Sabtu (7/12) malam.

batampos- Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Batam saat ini berkembang pesat. Tak hanya di kawasan Nagoya, tempat hiburan malam kini menjamur di kawasan Sagulung dan Batuaji.

Banyaknya THM ini menarik banyak pekerja wanita. Hingga polisi menggrebek tempat penampungan belasan pemandu lagu (LC) di Ruko CGC Tunas Regency, Sagulung.

“LC disini beda dengan di Nagoya, untuk menemani (minum) saja tidak dicas (bayar),” ujar DN, mami di THM Sagulung, Sabtu (6/12) malam.

Baca Juga: Roslina Divonis 10 Tahun Penjara, Kasus Penyiksaan ART

Ia menjelaskan LC yang bekerja didatangi dari berbagai daerah. Mereka dibiayai untuk datang ke Batam dan ditempatkan di satu lokasi atau mess.

“Kalau yang baru datang ada messnya. Tapi yang sudah lama bekerja ada yang ngekos atau ngontrak,” katanya.

Pantauan Batam Pos, THM di kawasan Batuaji dan Sagulung tersebar dibeberapa kawasan. Seperti di kawasan Tunas atau CGC terdapat 5 lokasi.

Di depan THM terlihat beberapa wanita berpakaian minim. Mereka sesekali memanggil pengendara yang melintas.

“Saya dari Lampung, baru sebulan disini. Kemarin datang langsung dari kampung,” ujar RN, salah seorang LC.

Baca Juga: Viral, Ini 6 Pelajaran Hidup dari Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

Selain pekerja LC, kawasan Batuaji dan Sagulung kini juga marak prostitusi online. Bahkan, praktik ini menyebabkan pekerjanya tewas ditikam pada bulan Juni lalu.

Praktik ini melalui aplikasi kencan Michat. Dalam aplikasi terdapat puluhan wanita yang melayani pelanggan di beberapa hotel maupun kostel.

“Sudah semakin tidak sehat dunia malam di sini. Lokasi semakin banyak, sedangkan pengawasannya kurang,” ujar Alex, salah satu tokoh masyarakat di Batuaji.

Alex juga menyoroti pekerja wanita di hiburan malam dan prostitusi online tersebut. Menurut dia, beberapa pekerja masih berstatus pelajar.

“Bukan hanya LC di tempat hiburan, di aplikasi MiChat juga banyak anak di bawah umur,” tutupnya. (*)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tunggul Manurung
#prostitusi #lc #thm