batampos – Bea Cukai Batam memastikan pengawasan dan penindakan kepabeanan akan terus diperketat menyusul masih tingginya potensi penyelundupan di wilayah pelabuhan dan perairan Batam. Penguatan sinergi lintas aparat penegak hukum menjadi fokus utama untuk menutup celah masuknya barang ilegal.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan intensitas pengawasan tidak akan dikendurkan. Penindakan yang dilakukan secara konsisten dinilai membuktikan strategi pengawasan terpadu masih relevan dan efektif.
“Masih kita lanjutkan karena masih efektif. Bahkan ke depan akan lebih kita tingkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum maupun petugas terkait lainnya,” ujar Evi.
Ia menjelaskan, penguatan sinergi tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan pusat agar pengawasan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan. Kolaborasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, serta instansi teknis lain yang memiliki kewenangan di wilayah pelabuhan dan perairan.
Menurut Evi, modus penyelundupan terus berkembang. Pelaku memanfaatkan berbagai jalur, mulai dari kapal kecil, kontainer, hingga jalur penumpang. Karena itu, patroli laut, pemeriksaan fisik barang, serta pengawasan pergerakan orang dan barang akan terus ditingkatkan.
Selain pengawasan lapangan, Bea Cukai Batam juga memperkuat pengawasan administratif dan dokumen kepabeanan guna mencegah manipulasi dokumen yang kerap digunakan untuk meloloskan barang larangan dan pembatasan.
Pengetatan pengawasan turut difokuskan pada kawasan pergudangan dan tempat penimbunan sementara yang dinilai rawan menjadi celah pelanggaran jika tidak diawasi secara ketat dan berlapis.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Bea dan Cukai serta Menteri Keuangan yang menaruh perhatian serius pada stabilitas perdagangan dan perlindungan industri dalam negeri dari masuknya barang ilegal.
Evi menegaskan, penindakan tegas tidak semata-mata untuk penegakan hukum, tetapi juga bertujuan memberikan efek jera agar Batam tidak lagi dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal ke Indonesia.
Bea Cukai Batam juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha berperan aktif mendukung pengawasan dengan mematuhi ketentuan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi antarinstansi yang kuat, kami optimistis ruang gerak pelaku penyelundupan akan semakin sempit,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang