batampos — Pencurian komponen lampu lalu lintas di Kota Batam kembali terulang. Boks kontrol di Simpang Kara dibobol pelaku, Jumat (27/3) malam lalu, mengakibatkan sistem pengatur lalu lintas di lokasi tersebut terganggu.
Peristiwa ini menambah daftar kasus perusakan fasilitas jalan yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah titik strategis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku membongkar paksa boks kontrol dengan cara dicungkil. Sejumlah komponen penting, seperti kabel dan modul pengendali, dilaporkan hilang.
Akibatnya, lampu lalu lintas tidak berfungsi normal. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan padat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Batam, Faisal Novrieco, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pola aksi pelaku serupa dengan kasus sebelumnya.
“Boks dibongkar lalu komponen penting diambil. Ini sangat merugikan dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Faisal, pelaku diduga memiliki pengetahuan tentang sistem lampu lalu lintas dan mengetahui komponen yang memiliki nilai ekonomis.
“Yang diambil kabel tembaga dan modul controller yang memang bernilai,” katanya.
Sebelumnya, pencurian serupa juga terjadi di sejumlah simpang vital, seperti Simpang Calista, Simpang KDA, kawasan Masjid Agung Batam Center, hingga flyover Simpang Jam.
Dampaknya, sejumlah lampu lalu lintas mati total atau hanya berkedip tanpa kendali, sehingga memperbesar potensi kecelakaan.
Saat ini, Dinas Perhubungan Batam melakukan perbaikan darurat di titik terdampak. Koordinasi dengan aparat kepolisian juga dilakukan untuk mengungkap pelaku.
“Kami akan laporkan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Faisal.
Ia mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas publik serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Ini fasilitas bersama. Perlu kepedulian semua pihak,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang