Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fakta Baru Kasus Batuaji, Korban Tutupi Kehamilan hingga Tewas

Eusebius Sara • Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Polisi melakukan pemeriksaan pada jasad korban saat di RS Graha Hermine.
Polisi melakukan pemeriksaan pada jasad korban saat di RS Graha Hermine.

 batampos – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya seorang wanita muda di Perumahan Pendawa Asri, Batuaji. Korban berinisial JPZ (21) diduga kuat sengaja merahasiakan kehamilannya hingga berujung pada tragedi yang merenggut nyawanya, Selasa (7/4) dini hari.

Kapolsek Batuaji, Bayu Rizki Subagyo, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban tidak pernah mengakui kondisi kehamilannya kepada siapa pun, termasuk kepada pacarnya berinisial FJ.

“Korban cenderung menutup diri dan tidak pernah mengakui bahwa dirinya hamil,” ujarnya.

Padahal, hubungan keduanya telah berlangsung sejak Agustus tahun lalu. Perubahan fisik korban mulai terlihat pada Februari, saat perutnya tampak membesar. Hal itu sempat memicu kecurigaan FJ yang menyarankan korban melakukan tes kehamilan.

Namun, korban justru mengelak dan memberikan berbagai alasan. Kepada tetangga kos, ia bahkan berdalih perutnya membesar karena terlalu banyak mengonsumsi minuman dingin.

Sikap tertutup tersebut membuat kondisi kehamilan korban tidak terdeteksi hingga menjelang peristiwa tragis. Polisi menduga korban berusaha menyembunyikan proses persalinan yang dilakukan sendiri di dalam toilet kamar kos tanpa bantuan medis.

“Diduga saat melahirkan, korban berupaya menyembunyikan kelahiran tersebut. Ini masih kami dalami,” kata Bayu.

Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya jasad bayi laki-laki di dalam lemari kamar korban yang dibungkus handuk. Namun, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup atau meninggal dunia.

Berdasarkan kronologi, korban sempat mencoba menghubungi FJ sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, panggilan tidak tersambung karena FJ sedang bekerja lembur di kawasan Tanjunguncang.

Saat FJ tiba di kos sekitar pukul 22.29 WIB, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka di bagian vital serta pendarahan hebat yang mengindikasikan korban baru saja melahirkan tanpa penanganan medis.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga saksi, yakni FJ, tetangga kos, dan kakak korban. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi, sementara motif korban merahasiakan kehamilannya juga terus didalami.

Ketua RT setempat, Doni, mengungkapkan korban baru sekitar empat bulan tinggal di lokasi tersebut. Ia juga menyebut korban sempat diingatkan terkait keberadaan pacarnya di kamar kos.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar sekaligus pengingat pentingnya keterbukaan dan penanganan medis dalam kondisi kehamilan guna mencegah tragedi serupa. (*)

Editor : Jamil Qasim
#anak #hamil #tewas