Polda Kepri Pastikan Inflasi Terkendali, Pemantauan Harga Dilakukan Setiap Hari

Yashinta • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 15:35 WIB
Ilustrasi: Satgas Pangan Polda Kepri melakukan pemantauan harga dan stok sembako di sejumlah pasar di Batam, Jumat (27/3).
Ilustrasi: Satgas Pangan Polda Kepri melakukan pemantauan harga dan stok sembako di sejumlah pasar di Batam, Jumat (27/3).

batampos – Inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) tercatat masih dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, Kepri masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional, yakni sebesar 0,08 persen.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, Paksi Eka Syahputra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pengawasan serta koordinasi intensif lintas sektor.

“Alhamdulillah inflasi Kepri masih masuk 10 terbawah secara nasional. Artinya kondisi masih aman dan terkendali,” ujarnya.

Hasil Kolaborasi Lintas Sektor

Paksi menegaskan, capaian ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, koordinasi dengan BPS rutin dilakukan menjelang rilis data inflasi setiap awal bulan. Selain itu, pengawasan harga kebutuhan pokok juga terus dilakukan di lapangan.

“Kami rutin koordinasi dengan BPS. Pemantauan harga dilakukan setiap hari, baik langsung ke pasar maupun melalui komunikasi dengan pedagang,” jelasnya.

Pemantauan Harga Setiap Hari

Pengawasan harga dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari turun langsung ke pasar hingga memanfaatkan teknologi seperti video call untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau.

“Kami cek harga setiap hari. Kalau dekat, kami datangi langsung. Kalau jauh, kami pantau lewat video call dengan pedagang,” tambahnya.

Meski sejumlah harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan, Paksi memastikan kondisi secara umum masih terkendali. Pihaknya juga aktif menelusuri penyebab kenaikan hingga ke tingkat distributor.

“Kalau ada kenaikan, kami cari tahu penyebabnya dari distributor dan mencarikan solusi agar tidak berdampak luas,” katanya.

Faktor Penentu Inflasi

Sejauh ini, belum ada dampak signifikan terhadap inflasi Kepri akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga energi global atau gangguan pasokan dari daerah lain.

Namun demikian, Paksi menyebut sejumlah faktor tetap memengaruhi laju inflasi di Kepri. Di antaranya pola konsumsi masyarakat yang tinggi, khususnya untuk produk berkualitas dan makanan jadi, serta kendala distribusi ke wilayah kabupaten/kota hingga pulau terluar.

Selain itu, faktor global seperti kondisi ekonomi dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah juga turut berpengaruh. Sektor pangan masih menjadi penyumbang utama inflasi, terutama akibat cuaca ekstrem, gangguan distribusi, dan meningkatnya permintaan.

“Kenaikan harga energi global juga ikut memengaruhi biaya distribusi dan logistik,” jelasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Inflasi Terkendali polda kepri