batampos – Kepergian Natanael Simanungkalit meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Bripda yang bertugas di lingkungan Polda Kepulauan Riau itu berpulang secara mendadak, menyisakan luka yang sulit terobati.
Kesedihan keluarga kian terasa lantaran hanya satu jam sebelum dinyatakan meninggal dunia, Natanael masih sempat berkomunikasi dengan sang ayah melalui panggilan video.
Percakapan terakhir itu terjadi pada Senin (13/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Sang ayah, Joni Simanungkalit, mengaku memiliki firasat tidak enak sehingga memutuskan menghubungi putranya.
“Saya telepon jam 11 malam, tanya kabarnya. Dia bilang baik-baik saja,” ujar Joni kepada kerabat.
Ayah empat anak itu menuturkan, saat dihubungi, Natanael mengaku sedang bersama rekan-rekannya. Ia juga berusaha menenangkan ayahnya.
Namun, dalam percakapan tersebut, Joni sempat menyampaikan pesan kepada anaknya agar tidak ragu melapor jika menghadapi persoalan di tempat tugas.
“Saya bilang, kalau ada masalah lapor ke Propam, jangan didiamkan. Saya hanya feeling saja waktu itu. Tapi dia bilang aman,” kenangnya.
Firasat itu kemudian menjadi kenyataan pahit. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Selasa (14/4), Joni menerima kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Kabar tersebut membuat Joni dan istrinya syok. Keduanya bahkan sempat kehilangan kesadaran saat menerima informasi duka tersebut.
“Kami sempat tidak sadarkan diri saat dapat kabar anak saya meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar.
Pantauan di rumah sakit, suasana duka menyelimuti area sekitar ruang forensik. Joni tampak didampingi sejumlah kerabat dan anggota kepolisian. Sementara itu, sang istri terlihat terpukul dan tak kuasa menahan tangis.
Isak tangis keluarga terdengar, sementara beberapa kerabat berusaha menenangkan keluarga inti yang masih berduka.
Seperti diberitakan sebelumnya, Natanael diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum senior di lingkungan Mapolda Kepri. Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan tersebut melibatkan sekitar lima orang.
Dugaan ini menguat setelah jasad korban ditemukan dengan sejumlah luka lebam, terutama di bagian punggung.
Natanael diketahui merupakan warga Batuaji, Batam, dan baru dilantik sebagai anggota Polri pada Desember 2025. Sejak itu, ia tinggal di mess di lingkungan Polda Kepri.
Saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Editor : Jamil Qasim