batampos – Dugaan kekerasan terhadap seorang anak berinisial A, 9, di Kota Batam terungkap berkat kejelian anggota dan Satgas Komunitas Driver Andalan (Komando) Batam. Korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Kasus tersebut terungkap pada Jumat (19/6) malam setelah salah seorang anggota Komando Batam meminta bantuan melalui grup percakapan untuk biaya pengobatan anaknya. Dalam pesan itu disebutkan korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi.
Namun, sejumlah anggota menilai luka yang dialami korban tidak wajar sehingga memunculkan kecurigaan.
Baca Juga: Laundry Masih Gunakan Gas Melon, Pertamina Tegaskan Tak Berhak Terima LPG Subsidi
Ketua Umum Komando Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan setelah melihat kondisi korban, pihaknya langsung memerintahkan Satgas Komando mendatangi rumah korban untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.
"Awalnya ada permintaan bantuan biaya berobat anak di grup. Setelah melihat kondisi lukanya, kami merasa ada yang janggal. Karena itu Satgas kami minta turun langsung mencari tahu kondisi sebenarnya," ujar Feryandi.
Menurutnya, upaya memperoleh keterangan dari keluarga tidak berjalan mudah karena orang tua korban membantah adanya tindak kekerasan.
Tim Satgas kemudian mengajak korban keluar rumah dengan alasan membelikan makanan. Saat berada di luar rumah, korban mengaku luka yang dialaminya diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.
Kecurigaan Satgas semakin menguat setelah memperoleh informasi bahwa ibu tiri korban berencana meninggalkan Batam pada Sabtu (20/6).
Baca Juga: Tempat Relokasi Belum Jelas, Nasib 200 UMKM Mega Legenda Masih Menggantung
Wakil Kepala Satgas Komando Batam, Okka, mengatakan setelah menerima pengakuan korban, pihaknya segera berkoordinasi dengan Unit Buser Polsek Batuaji dan Polsek Sekupang.
"Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, terduga pelaku berhasil diamankan. Korban kemudian dibawa ke RS Embung Fatimah untuk menjalani visum dan mendapatkan perawatan medis," katanya.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan penanganan awal dilakukan di Polsek Batuaji. Namun karena lokasi dugaan tindak pidana berada di wilayah hukum Polsek Sagulung, proses penyidikan selanjutnya dilimpahkan ke Polsek Sagulung.
Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta dan melengkapi proses penyidikan. (*)
Editor : M Tahang