Driver Ojol Sekupang Mengaku Dijebak Penumpang Langganan, Motor dan HP Raib

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Driver ojol berinisial M yang dibegal di Bukit Dangas Sekupang. F.Istimewa
Driver ojol berinisial M yang dibegal di Bukit Dangas Sekupang. F.Istimewa

 
batampos - Kasus dugaan pembegalan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Tanjung Pinggir, Sekupang, mulai menemukan fakta baru. Korban mengaku terduga pelaku bukan orang asing, melainkan penumpang yang sebelumnya sudah beberapa kali menggunakan jasanya.

Korban, Rizki Dinata, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sekupang, Kamis (6/8/2026) didampingi rekan-rekannya dari Komando Driver Online. Dalam laporannya, Rizki mengaku kehilangan sepeda motor dan telepon genggam setelah terlibat perkelahian dengan seorang pria berinisial IQ.

Menurut Rizki, peristiwa bermula sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, ia menerima telepon dari IQ yang meminta untuk diantar ke suatu lokasi. Permintaan tersebut dilakukan secara langsung, bukan melalui aplikasi.

Baca Juga: Polda Kepri Turunkan Tim Jatanras, Pemburu Begal Driver Ojol Maxim Diperluas

Karena sudah mengenal IQ dan beberapa kali mengantarnya tanpa masalah, Rizki mengaku tidak menaruh kecurigaan.

“Saya kenal dia karena sudah beberapa kali mengantarnya,” ujar Rizki saat ditemui di Mapolsek Sekupang, Kamis (6/8/2026) siang.

Dalam perjalanan, Rizki mengaku diminta berkeliling tanpa tujuan yang jelas. Ia kemudian menanyakan tujuan perjalanan dan meminta agar perjalanan dibatalkan apabila memang tidak ada lokasi yang hendak dituju.

Namun, menurut Rizki, permintaannya justru membuat IQ emosi. Terduga pelaku kemudian disebut merebut telepon genggam miliknya hingga terjadi perkelahian.

Perkelahian tersebut berakhir ketika Rizki terjatuh ke jurang di pinggir jalan. Ia mengaku sempat tidak sadarkan diri akibat kejadian itu.

“Saya pikir saya sudah mati karena terjatuh,” katanya.

Setelah sadar sekitar pukul 08.00 WIB, Rizki berjalan mencari pertolongan hingga tiba di sebuah pos keamanan perumahan sekitar lokasi kejadian.

Dengan bantuan warga dan petugas keamanan, korban kemudian mendapatkan pertolongan. Ia selanjutnya mencari sepeda motor dan telepon genggam miliknya yang diduga telah dibawa oleh terduga pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Rizki mengalami sejumlah luka di bagian kepala, leher, telinga, dan pipi. Ia juga mengalami luka memar yang diduga akibat tindakan kekerasan saat perkelahian.

“Saya tahu pelaku ini tinggal di daerah Bukit Harimau,” ujarnya.

Sementara itu, Wakasat Komando Driver Online, Febri, mengatakan pihaknya akan mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas.

“Korban sudah membuat laporan polisi. Kami akan mengawal sampai pelaku ditemukan. Apa pun bentuk kejahatannya harus diproses. Ini demi keamanan seluruh driver online yang bekerja siang maupun malam,” kata Febri.

Baca Juga: Gerai Indomaret Bertambah, Pemko Tanjungpinang Targetkan 25 Gerai Serap Ratusan Tenaga Kerja

Menurut dia, korban saat kejadian sedang menunggu pesanan. Karena belum mendapatkan order melalui aplikasi, korban menerima permintaan antar dari seseorang yang sudah dikenalnya.

“Korban menerima order manual karena sudah saling kenal. Dari pengakuan korban, diduga dia dijebak,” ujarnya.

Di sisi lain, informasi yang beredar di lapangan menyebutkan korban dan terduga pelaku memang beberapa kali terlihat bersama sebelum kejadian. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman kepolisian.

Hingga Kamis sore, Polsek Sekupang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, serta keberadaan terduga pelaku. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
penganiayaan maxim batam polsek sekupang ojol sekupang