batampos - Polisi menemukan aplikasi judi online (judol) di dalam ponsel milik Geovani Turnip, 26, pria yang ditemukan tewas gantung diri di lahan kosong belakang Kampus Putra Batam, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Batam, Jumat (14/8).
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Muhammad Rizky Fitrianor mengatakan, temuan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pendalaman terhadap barang milik korban.
"Dari hasil pendalaman di handphone korban ditemukan aplikasi judi online. Diduga korban mengalami stres akibat judi online tersebut," kata Rizky.
Meski demikian, polisi masih mendalami kondisi dan latar belakang korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Geovani sebelumnya ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di lahan kosong belakang Kampus Putra Batam.
Penemuan itu bermula sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, saksi Jhones Sirait hendak mengambil cangkul di sebuah pondok belakang kampus. Ia kemudian mendengar suara anjing menggonggong.
Saat melihat ke arah sumber suara, Jhones mendapati bagian kaki seseorang. Setelah diperhatikan, ternyata terdapat seorang pria dewasa dalam kondisi tergantung di pohon.
Jhones kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada petugas keamanan kampus, Carli Sianturi. Sekitar pukul 10.02 WIB, Carli menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kibing Aiptu Doddy Firdaus.
Personel Polsek Batuaji tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB dan mengamankan TKP. Selanjutnya, Inafis Satreskrim Polresta Barelang tiba sekitar pukul 10.35 WIB untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban.
Dari pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda luka maupun kekerasan fisik pada tubuh korban. Terdapat bekas pada bagian leher yang konsisten dengan jeratan tali akibat posisi tubuh korban saat ditemukan.
Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri sekitar pukul 11.50 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Setelah proses penanganan selesai, jenazah Geovani kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
"Untuk autopsi, keluarga menolak. Jenazah sudah dikembalikan kepada keluarga," ujar Rizky.
Menurut keterangan keluarga kepada polisi, jenazah korban selanjutnya akan dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri