Polisi Periksa CCTV, Dugaan Penodongan di Masjid Sultan Belum Terbukti

Eusebius Sara • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi penodongan menggunakan senjata tajam
Ilustrasi penodongan menggunakan senjata tajam

 
batampos - Polisi masih mendalami dugaan penodongan terhadap wanita berinisial IN di kawasan Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah, Batuaji, Batam. Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah keterangan korban yang belum sinkron dengan fakta di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Batuaji AKP Rizki Bayu Subagyo melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu M Rizky Fitrianor mengatakan, penyidik masih mencocokkan keterangan korban dengan hasil pemeriksaan TKP, rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta keterangan para saksi.

“Ngaku ditodong itu belum sinkron dengan fakta TKP dan penyelidikan awal,” ujar Rizky, Senin (14/9).

Menurut Rizky, terdapat perubahan keterangan terkait aktivitas korban sebelum dugaan kejadian. Pada laporan awal, korban disebut baru selesai jogging dan kemudian mengaku diikuti seseorang hingga ke lokasi kendaraannya.

Namun, dalam perkembangan pemeriksaan, polisi memperoleh keterangan bahwa korban datang ke lokasi tersebut untuk melakukan transaksi secara COD pembelian kue.

“Pertama laporan sudah dibuat, kejadiannya setelah dia habis jogging dan diikuti pelaku. Itu berubah, ternyata dia ke sana untuk transaksi COD pembelian kue,” jelasnya.

Baca Juga: Wanita di Batuaji Diduga Ditodong Sajam, Motor Hendak Dirampas

Polisi juga mendalami keterangan korban yang menyebut pria yang diduga sebagai pelaku keluar dari mobil dan kemudian berlari ke arah kawasan Tunas Regency. Namun, berdasarkan pengecekan CCTV di sekitar lokasi, penyidik belum menemukan rekaman yang memperlihatkan peristiwa tersebut.

“Begitu juga katanya pelaku keluar dari mobilnya lari ke arah Tunas. CCTV kita periksa, tidak ada yang terekam dalam CCTV di TKP,” kata Rizky.

Selain rekaman CCTV, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi. Keterangan saksi dinilai penting karena kawasan Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah biasanya cukup ramai, terutama pada sore hari saat masyarakat berolahraga dan melakukan aktivitas lainnya.

Rizky menyebut, dalam pemeriksaan awal, tidak ada saksi di lokasi yang mengaku mengetahui kejadian tersebut. Petugas keamanan atau sekuriti di kawasan itu juga tidak mengetahui adanya peristiwa sebagaimana yang dilaporkan.

“Saksi begitu banyak di lokasi mengaku tidak ada teriakan seperti yang dikatakan pelapor bahwa dia berteriak minta tolong. Padahal katanya kejadian sore, itu kan selalu ramai kalau sore,” ujarnya.

Meski menemukan sejumlah ketidaksesuaian, polisi belum menyimpulkan bahwa dugaan penodongan tersebut tidak terjadi. Penyidik masih melakukan pendalaman dengan mencocokkan keterangan korban, rekaman CCTV, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan lainnya.

Polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang sebenarnya.

Sebelumnya, dugaan penodongan tersebut disebut terjadi pada Sabtu (12/9) sore. Dalam informasi awal yang beredar, korban disebut sempat dibuntuti seorang pria hingga ke kendaraan. Pria tersebut kemudian diduga mendorong korban masuk ke dalam mobil dan menodongnya menggunakan senjata tajam.

Korban disebut berhasil melarikan diri, sementara pria yang diduga sebagai pelaku disebut kabur ke arah Tunas Regency. Kini, polisi masih menguji seluruh rangkaian cerita tersebut dengan fakta yang ditemukan di lapangan. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
penodongan Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah penyelidikan cctv Polsek Batuaji