batampos - Penyidik Polsek Bengkong menggelar rekonstruksi kasus tewasnya MA, bayi berusia 1,2 tahun yang diduga dibunuh pengasuhnya sendiri, Selasa (22/9). Sebanyak 23 adegan diperagakan di rumah tersangka di Bengkong Abadi Baru, RT 007/RW 014, Kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, yang menjadi lokasi kejadian.
Rekonstruksi tersebut dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dan saksi dengan barang bukti serta rangkaian kejadian di tempat kejadian perkara (TKP). Proses itu turut disaksikan jaksa dan penasihat hukum tersangka.
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan, rekonstruksi menjadi bahan masukan dan pertimbangan penyidik dalam melengkapi proses penyidikan. Setiap adegan dicocokkan dengan keterangan yang telah diperoleh sebelumnya.
“Ini untuk menyesuaikan keterangan tersangka, barang bukti, saksi dan kondisi tempat kejadian. Apakah memang sesuai dengan adegan yang sudah kita siapkan. Kalau ada yang selisih, kita perbaiki,” ujar Tigor.
Dari 23 adegan tersebut, adegan ke-14 menjadi salah satu titik krusial. Dalam adegan itu, tersangka Tioro Christina Hutagalung diduga melakukan pencekikan terhadap korban di dalam rumah tersebut.
Adegan tersebut menjadi bagian penting dalam mengurai rangkaian tindakan kekerasan yang diduga menyebabkan kondisi korban semakin kritis hingga akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Hujan Deras, Sejumlah Wilayah Batam Kebanjiran
Pantauan di lokasi, rekonstruksi berlangsung lancar dengan menghadirkan sejumlah saksi yang mengetahui maupun melihat rangkaian kejadian. Salah satunya Syarwo, pengemudi ojek online yang mengantarkan tersangka ke Puskesmas Tanjungbuntung setelah korban dalam kondisi tidak bergerak.
Syarwo mengaku melihat tersangka dalam keadaan panik saat menumpang sepeda motornya sambil menggendong bayi. Kepanikan tersangka membuat dirinya ikut panik. Terlebih, saat tiba di puskesmas, tersangka terlihat kebingungan dan terburu-buru.
“Tak bergerak lagi anak itu. Saya juga panik. Makanya saya tak ambil yang sewa karena tiba di puskesmas dia seperti hilang akal dan terburu-buru,” kata Syarwo saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga tersangka melakukan kekerasan terhadap korban setelah kesal karena korban rewel dan tidak mau makan. Korban disebut sempat dicelupkan kepalanya ke dalam air sebelum kemudian dicekik hingga tidak bergerak.
Saat dibawa ke Puskesmas Tanjungbuntung, korban dinyatakan telah meninggal dunia. (*)
Editor : Yofi Yuhendri