batampos - Niat menggaet seorang resepsionis sebagai lady companion (LC) berujung petaka bagi seorang pria yang disebut sebagai oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
Setelah permintaannya ditolak, keributan pecah di sebuah KTV kawasan Nagoya hingga berujung aksi kejar-kejaran dan manajer KTV ditabrak mobil sampai koma.
Kapolsek Lubukbaja AKP Cindo Kottama mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/9) malam. Saat itu, pria tersebut mendatangi salah satu KTV setelah sebelumnya berada di tempat hiburan malam.
Di KTV, pria tersebut meminta seorang resepsionis untuk menemaninya sebagai LC. Namun, permintaan itu ditolak karena perempuan tersebut merupakan resepsionis, bukan LC. Penolakan itu kemudian membuat pria tersebut tersinggung dan terlibat keributan.
“Pelaku ditegur oleh waiter karena ribut. Pelaku tidak terima, kemudian keluar dan pergi menggunakan mobil,” ujar Cindo.
Persoalan belum berakhir. Tak lama kemudian, pria tersebut kembali ke depan KTV. Petugas keamanan bersama manajer KTV kemudian mendatanginya untuk menyelesaikan persoalan sebelumnya.
Pria tersebut kembali meninggalkan lokasi menggunakan mobil. Petugas keamanan dan manajer KTV kemudian mengejarnya menggunakan sepeda motor. Pengejaran berlangsung hingga kawasan yang tidak jauh dari Mapolsek Lubukbaja.
Cindo mengatakan, pria tersebut kemudian menghentikan mobilnya di depan markas ormas yang disebut berkaitan dengannya. Kedua korban yang mengejar kemudian mendekati mobil untuk meminta penjelasan.
“Ketika didekati, pelaku malah menancap gas dan menabrak kedua korban,” kata Cindo.
Akibat kejadian tersebut, manajer KTV mengalami luka parah dan sempat terseret mobil. Korban hingga kini masih menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi koma. Sementara petugas keamanan mengalami luka ringan.
Polisi telah mengamankan pria tersebut. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan pria tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras sebelum insiden. (*)
Editor : Yofi Yuhendri