batampos - Perselisihan kecil antarsaudara sesama pedagang di kawasan TOS 300, Lubuk Baja, Batam, berujung pembacokan. Polisi mengungkap, kasus tersebut bermula dari senggolan antara adik korban dan adik terlapor yang kemudian berkembang menjadi cekcok hingga aksi penyerangan menggunakan parang.
Kapolsek Lubuk Baja AKP Cindo Kottama mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 27 September. Awalnya, adik korban dan adik terlapor terlibat senggolan. Perselisihan itu kemudian memanas setelah muncul perkataan yang dinilai tidak mengenakkan.
“Awalnya adik korban dengan adik terlapor terjadi senggolan. Kemudian cekcok dan ada kata-kata yang tidak enak,” ujar Cindo saat menjelaskan perkembangan perkara tersebut.
Saat cekcok berlangsung, kakak korban datang ke lokasi dan berusaha melerai agar keributan tidak berlanjut. Namun, situasi justru memanas setelah pelaku datang membawa senjata tajam dan menyerang korban.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kiri. Korban kemudian mendapat perawatan di rumah sakit dan harus menerima sekitar 20 jahitan.
Baca Juga: 3 Mesin Pesawat Rp30 Miliar Disita Polda Kepri di Batam
Cindo menegaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi tersebut tidak dipicu dendam lama. Penyerangan diduga terjadi secara spontan setelah cekcok dan perkataan yang memancing emosi.
Senjata tajam yang digunakan pelaku berupa parang potong daging juga telah diamankan polisi sebagai barang bukti. Polisi memastikan korban dan pelaku merupakan sesama pedagang.Saat ini, pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Polisi masih mendalami perkara tersebut dengan memeriksa pihak-pihak terkait serta melengkapi proses penyelidikan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri