batampos - Warga Bengkong Indah 2, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, digegerkan dengan penemuan jasad SD, 36, yang ditemukan tewas tergantung di rumah kos lantai dua, Blok C Nomor 66, RT 03/RW 01, Rabu (7/10) pagi.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh Afriko, rekan dekat adik korban. Sebelumnya, pacar korban yang berada di Medan merasa cemas karena SD sudah dua hari tidak dapat dihubungi.
Keluarga kemudian mendatangi kos korban. Namun, pintu dalam kondisi terkunci dari dalam dan tidak ada respons dari dalam kamar. Keluarga selanjutnya meminta bantuan Afriko untuk membuka selot melalui celah jendela.
Saat berhasil masuk, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di area dapur. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Personel Polsek Bengkong langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas mengisolasi area kos dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Barelang untuk melakukan pemeriksaan serta identifikasi awal. Setelah proses tersebut selesai, jasad korban dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan medis dan visum.
Di lokasi, polisi juga mengamankan sejumlah benda untuk kepentingan penyelidikan. Di antaranya botol sabun pembersih lantai, obat nyamuk semprot, serta sebuah toples berisi berbagai jenis obat-obatan ringan yang berada di sekitar tempat tidur korban.
Baca Juga: Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan resmi rumah sakit dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab serta motif kematian korban.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polresta Barelang. Evakuasi jenazah langsung kami prioritaskan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna pemeriksaan medis atau visum,” ujar Tigor.
Berdasarkan estimasi awal Tim Inafis Polresta Barelang, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.
Tigor menegaskan, penyidik masih mendalami seluruh kemungkinan berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan.
“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak rumah sakit, dan tengah meminta keterangan dari para saksi untuk mendalami motif tindakan korban. Selain itu, apa yang mendasari SD melakukan aksi seperti ini, kami juga masih mendalami dengan meminta keterangan para saksi,” tegasnya.
Hingga kini, garis polisi masih terpasang di lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Editor : Yofi Yuhendri