batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Matraman, Jakarta Timur. Penyegelan tersebut dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Selasa (13/10).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, pihaknya belum menerima informasi mengenai penggeledahan atau upaya paksa lainnya yang dilakukan KPK. Namun, dia membenarkan adanya sejumlah ruangan di kantornya yang disegel penyidik setelah operasi tersebut.
“Kalau penggeledahan, kami tidak dapat informasinya, tapi memang ada beberapa ruangan yang disegel,” kata Berton kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Rabu (14/10).
Menurut Berton, tindakan KPK tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung. BNPB, kata dia, menghormati kewenangan KPK dan mendukung upaya penegakan hukum dalam mengusut dugaan korupsi tersebut.
Dia menegaskan, BNPB tidak mempermasalahkan langkah yang dilakukan penyidik selama proses hukum berjalan sesuai kewenangan.
“Demi mungkin KPK bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, tugasnya nanti mempercepat prosesnya. Jadi ada beberapa ruangan, bukan penggeledahan,” ujarnya.
Berton menambahkan, BNPB siap bersikap kooperatif dan membantu penyidik dengan menyediakan dokumen yang dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan.
“Tentu kami juga dari BNPB mendukung proses hukum secara kooperatif dan tentu kami akan membantu seluruh dokumen yang dibutuhkan nanti untuk proses hukum ini,” katanya.
Meski demikian, Berton mengaku belum mengetahui secara terperinci perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk identitas para pejabat yang diamankan dalam OTT. Dia meminta publik menunggu keterangan resmi dari KPK.
Menurut Berton, informasi yang diterima BNPB sejauh ini menyebut nama Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, dalam konteks operasi tangkap tangan tersebut.
“Kami sampai saat ini belum mendapatkan nama-nama siapa yang menjadi OTT tersebut. Yang kami dapatkan informasi selama ini dari pihak KPK adalah menyebutkan nama Bapak Sestama (BNPB Rustian). Hanya itu yang bisa kami sampaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK mengungkap pelaksanaan OTT di wilayah Jabodetabek yang turut menyasar sejumlah pihak di lingkungan BNPB. Mereka diamankan dan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam operasi tersebut, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia. KPK selanjutnya akan menyampaikan perkembangan perkara tersebut melalui keterangan resmi.(*)
Editor : Cipi Ckandina