Lokasi rawan macet seperti di depan kawasan SP Plaza belum dilebarkan. Begitu juga dengan jalan Marina City mulai dari simpang Basecamp hingga simpang Polsek Batuaji juga masih satu jalur untuk dua lajur.
Padahal kawasan ini sudah padat dengan penduduk sehingga sering terjadi kemacetan saat pagi dan sore hari. Warga berharap agar tahun ini Pemko Batam kembali melanjutkan penataan seluruh ruas jalan utama di sana.
“Marina ini bukan lagi sebatas lokasi wisata tapi pemukiman yang sedang berkembang. Pembangunan perumahan lagi marak bahkan sampai ke bagian dalam (kawasan Marina). Sesak betul kalau keluar ke jalan raya. Kendaraan berjubel sampai ke luar aspal. Pagi dan sore hari pasti macet di depan SMPN 47 itu. Ya gimana lagi jalannya memang kesempitan,” ujar Syahrul, seorang warga.
Selain mengganggu kelancaran arus lalulintas, sempitnya ruas jalan Marina City ini juga mengancam keselamatan siswa yang SMPN 47 yang lokasi sekolahnya persis di pinggir jalan Marina City. Bagaimana tidak, saat siswa keluar dari lingkungan sekolah langsung berhadapan dengan padatnya kendaraan di jalan depan sekolah mereka.
Zulfikar, warga perumahan Galaxy yang dekat dengan SMPN 47 mengatakan, sudah banyak siswa dan orangtua yang antar anaknya jadi korban kecelakaan lalulintas di lokasi jalan tersebut. Baik itu ditabrak kendaraan ataupun sekedar senggolan.
“Sudah banyak korban. Ya itu tadi, jalannya kurang lebar. Trotoar jalan tak ada jadi tidak ada row jalan buat pejalan kaki. Anak-anak keluar dari sekolah harus desak-desakan dengan kendaraan,” katanya. (*)
Editor : Ahmadi Sultan