Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Musim Haji, AFT Hang Nadim Siaga Penuh

Yashinta • Selasa, 20 Mei 2025 | 15:05 WIB
Persedia avtur untuk pesawat haji siap sedia.
Persedia avtur untuk pesawat haji siap sedia.

batampos – Aktivitas di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim tak lagi berhenti pada pukul 21.00 seperti hari biasa. Sejak awal musim haji 2025, terminal bahan bakar pesawat ini beroperasi penuh selama 24 jam. Tujuannya satu: menjamin kelancaran dan keamanan penerbangan haji.

“Kami siagakan seluruh tim tanpa henti. Kualitas dan kuantitas avtur kami jaga ketat,” ujar Catur Budi Santoso, Manajer AFT Hang Nadim Group, Senin, 19 Mei lalu.

Avtur—bahan bakar utama pesawat jet—menjadi perhatian utama dalam musim haji tahun ini. AFT mencatat, mereka melayani 27 penerbangan haji, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 28 penerbangan. Namun secara volume, permintaan avtur justru meningkat tajam.

“Rata-rata konsumsi harian mencapai 270 kiloliter. Padahal, di hari normal hanya sekitar 170 kiloliter,” kata Catur. “Meski jumlah kloter berkurang, lonjakan konsumsi menunjukkan intensitas penerbangan yang lebih tinggi.”

Seluruh penerbangan feeder dari berbagai kota, seperti Pontianak, Riau, Jambi, hingga Pasir Pengaraian, tetap menggunakan pesawat carter dengan jenis bahan bakar serupa. Seluruhnya, menurut Catur, melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Hang Nadim.

“Mutu dan volume kami jaga konsisten. Quality control kami lakukan secara berlapis,” ujarnya. Prosedur penyaringan diberlakukan hingga empat tahap sebelum bahan bakar dialirkan ke tangki pesawat.

Pengawasan ketat ini didukung dengan koordinasi intensif bersama maskapai dan pengelola Bandara Internasional Batam (BIB). Tim khusus AFT disiagakan penuh guna memantau dinamika jadwal penerbangan feeder yang sering berubah mendadak.

“Kami pantau setiap informasi kedatangan. Tak boleh ada keterlambatan dalam suplai,” tegasnya.

AFT Hang Nadim memiliki empat tangki penyimpanan dengan kapasitas total 3.500 kiloliter. Kapasitas ini disebut cukup untuk menopang operasional haji hingga 40 hari ke depan.

“Untuk 40 hari ke depan, stok kami aman,” kata Catur.

Distribusi avtur sendiri berasal dari IT Kabil melalui jaringan pipa sepanjang delapan kilometer. Sebelum masuk ke tangki, avtur harus melalui proses penyaringan dan pengujian mutu. Setelah itu, bahan bakar disimpan sementara untuk proses settling, lalu kembali disaring sebelum didistribusikan.

“Hanya avtur yang lolos empat tahapan filtrasi yang disalurkan ke maskapai,” jelas Catur.

Soal harga bahan bakar, Susanto Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut, menjelaskan bahwa kewenangan penetapan tarif berada di tangan pusat.

“Harga ditentukan oleh tim pusat. Kami hanya menjalankan operasional sesuai kebijakan yang berlaku,” ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#avtur #hang nadim #haji