Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hujan Sporadis di Batam Tanda Awal Musim Penghujan, Warga Diimbau Berhati-hati dan Jaga Kesehatan  

Yashinta • Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:00 WIB

 

Seorang pegawai Pemko Batam terpaksa melepas sepatu demi melintas jalan. Hujan, jalan tergenang.
Seorang pegawai Pemko Batam terpaksa melepas sepatu demi melintas jalan. Hujan, jalan tergenang.

batampos- Langit Batam belakangan sering mendadak gelap, disusul hujan deras yang turun hanya dalam hitungan menit. Meski singkat, curah hujan tinggi ini kerap disertai kilat dan petir. BMKG menyebut fenomena itu sebagai ciri awal musim penghujan, yang kini mulai melanda hampir seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan intensitas hujan mulai meningkat di berbagai titik, meski sifatnya masih sporadis dan belum merata di seluruh Kepri.

“Ini baru awal musim penghujan. Masih ada hari-hari panas, tetapi secara bertahap hujan akan semakin sering turun, dan diperkirakan akan merata pada September nanti,” jelas Ramlan, Selasa (19/8).

Ia menuturkan, kecepatan angin di perairan Kepri saat ini berkisar 7–10 knot. Kondisi itu berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di sejumlah perairan. Karena itu, nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di laut diminta untuk selalu waspada.

“Ketika angin kencang, awan cenderung menebal. Namun tidak selalu menghasilkan hujan, karena ada kalanya awan buyar. Tapi jika hujan turun, sering kali disertai petir. Ini yang perlu diwaspadai,” kata Ramlan.

Ramlan menambahkan, hujan deras mendadak di Batam umumnya terbentuk dari awan lokal, bukan pengaruh cuaca dari wilayah lain. Karena itu, hujan yang turun belum merata.

“Kalau kondisi cerah lalu tiba-tiba hujan deras, biasanya itu awan lokal. Sifatnya sporadis dan mendadak,” ucapnya.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, perubahan cuaca ekstrem juga bisa berdampak pada kesehatan. Ramlan mengingatkan agar masyarakat menjaga stamina, cukup minum air putih, dan mengantisipasi risiko dehidrasi.

“Perubahan cuaca yang drastis dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Jadi, penting untuk menjaga kesehatan di masa peralihan ini,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau prakiraan cuaca resmi. “Jangan abaikan peringatan dini, terutama bagi yang hendak melaut atau beraktivitas di luar ruangan,” tegas Ramlan. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#bmkg #hujan