Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Keuangan Daerah Tidak Stabil tapi Anggaran Belanja Makan Minum DPRD Tanjungpinang Capai Rp1,304 Miliar

Tunggul Manurung • Rabu, 3 September 2025 | 16:30 WIB
Anggota DPRD Tanjungpinang saat menjalani rapat paripurna, Selasa (2/9).
Anggota DPRD Tanjungpinang saat menjalani rapat paripurna, Selasa (2/9).

batampos- Anggaran makan minum, hingga perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang bernilai miliaran rupiah disorot. Terlebih penganggaran tersebut dilakukan saat kondisi keuangan Pemerintah yang tidak stabil.

Biaya perjalanan dinas pimpinan, komisi dan AKD DPRD Kepri tahun 2025 ini mencapai Rp3,6 Miliar, kemudian belanja pakaian dinas senilai Rp347 juta dan belanja makan minum pimpinan dan anggota DPRD mencapai Rp1,304 Miliar.

Sekretaris DPRD Tanjungpinang, M. Amin membenarkan mata anggaran tersebut. Kata dia, anggaran perjalanan dinas hingga makanan minum untuk pimpinan dan anggota DPRD sudah di efesiensi.

"Itu sudah dipres (efesiensi) tahun sebelumnya, perjalanan dinas saja mencapai belasan miliar rupiah," kata Amin, Selasa (2/9).

Melihat hal itu, Pengamat Politik, Robby Patria menilai bahwa anggaran perjalanan dinas dan makan minum DPRD Tanjungpinang tersebut masih terbilang fantastis, ditengah kondisi keuangan Pemko yang tidak stabil.

Menurutnya, anggaran perjalanan dinas wakil rakyat tersebut dapat dipangkas semaksimal mungkin. Sebab, selama ini hasil dari perjalanan dinas para anggota DPRD di ibu kota provinsi tersebut tidak diketahui oleh publik.

"Coba sebarkan ke publik hasil perjalanan dinasnya apa. Kan kita tidak tahu hasilnya apa. Maka ganti aja anggaran itu, dengan yang diperlukan di Tanjungpinang," tegasnya, Rabu (3/9).

Sebagai badan legislatif, DPRD Tanjungpinang harusnya dapat menganggarkan hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat. Terlebih, para anggota dewan itu berwenang untuk memilih, anggaran yang harus diutamakan.

Seperti, anggaran perjalanan dinas dapat dialihkan untuk pembangunan proyek penanganan banjir, sehingga Pemko Tanjungpinang tidak lagi melakukan pinjaman dana ke Bank.

"YYa harusnya mereka dapat memindahkan anggaran itu ke yang penting. Karena banjir kan sangat menyusahkan warga," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#anggaran makan minum dprd tanjungpinang