Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lokasi Pembuangan Bawang di Malcem Sudah Ditimbun, Tapi Warga Tetap Ramai Datang

Eusebius Sara • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:45 WIB

Warga berebut mencara bawang layak konsumsi yang dibuang di daerah Melcem.
Warga berebut mencara bawang layak konsumsi yang dibuang di daerah Melcem.

batampos– Meski lokasi pembuangan bawang borma dan bawang bombai di Kampung Malcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, telah ditimbun tanah, warga masih terus berdatangan hingga Senin (27/10). Rasa penasaran masyarakat, terutama kaum ibu-ibu, tetap tinggi setelah tumpukan “gunung bawang” tersebut sempat viral di media sosial.

Fenomena tak biasa ini bermula dari penemuan tumpukan bawang dalam jumlah besar di area lembah dekat kawasan industri, yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Diduga, bawang tersebut dibuang oleh oknum perusahaan pada Sabtu (25/10) malam dengan jumlah mencapai ton-an. Bau menyengat yang tercium hingga ke rumah warga menambah kehebohan di kampung tersebut.

“Semalam sampai macet karena ramai orang datang. Ada yang dari Batuaji dan Sekupang, katanya mau lihat gunung bawang yang viral itu,” ujar Mustaqim, warga Kampung Malcem. Ia menyebut, banyak warga sengaja datang hanya untuk berfoto dan melihat langsung tumpukan bawang yang sudah mulai membusuk.

Senin pagi, pihak perusahaan yang kawasan industrinya berbatasan langsung dengan lokasi pembuangan terlihat menimbun area tersebut menggunakan tanah dan material dari atas bukit. Petugas keamanan kawasan berjaga ketat dan melarang siapa pun masuk atau mengambil gambar. “Sudah tidak ada bawang. Jangan ambil gambar atau masuk lagi,” ujar salah satu petugas dengan nada tegas kepada warga dan awak media.

Meski sudah tertutup tanah, rasa penasaran warga belum juga reda. Hingga sore hari, masih banyak masyarakat berdatangan ke lokasi, bahkan dari luar Batuampar. Sebagian ingin memastikan kabar yang viral di media sosial, sementara lainnya sekadar ingin tahu apakah benar bawang sebanyak itu sengaja dibuang begitu saja.

Perangkat RT dan RW setempat mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut. “Kami juga tidak dapat pemberitahuan apa-apa, tahu-tahu sudah ramai orang dan baunya menyengat sekali,” kata Ahmad, salah seorang pengurus lingkungan. Warga berharap aparat segera turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, membenarkan adanya temuan tumpukan bawang tersebut. Ia menyebut pihaknya sudah menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan awal. “Benar, kita sudah ke lokasi. Kasus ini masih dalam penyelidikan. Siapa yang membuang dan apa motifnya sedang kita dalami,” ujarnya, Senin (27/10).

Menurut Kompol Amru, pihak kepolisian juga akan memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan pembuangan bawang tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum, termasuk soal izin dan kelayakan penyimpanan bahan pangan impor.

Sementara itu, sumber di lapangan menyebut, bawang-bawang tersebut kemungkinan berasal dari gudang penyimpanan di kawasan industri dekat lokasi. Diduga, perusahaan penyewa gudang membuangnya karena ada persoalan legalitas atau izin edar yang tidak lengkap. Namun, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum.

Hingga Senin siang, bau menyengat dari sisa bawang yang sempat membusuk masih terasa di sekitar permukiman warga Kampung Malcem. Warga meminta pemerintah dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan lingkungan untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan akibat pembuangan bahan pangan dalam jumlah besar itu. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#bawang