batampos- Keberadaan barang seken di kawasan Batuaji semakin langka. Padahal, kawasan ini dulunya menjadi tempat favorit mencari barang branded.
Ismail, pedagang seken Aviari mengaku sudah 3 bulan tidak mendapatkan barang. Biasanya, barang dari Singapura dan Malaysia tersebut rutin setiap pekan masuk ke Batam.
"Sudah 3 bulan tidak ada barang,” ujar pedagang sepatu ini.
Ia mengaku saat ini para pedagang hanya memanfaatkan stok balpres atau karungan yang lama. Namun, pedagang menjualnya dengan harga yang lebih mahal.
"Yang dijual sekarang itu stock lama. Jadi yang barang habis, banyak (pedagang) beralih profesi ke ojek online" katanya.
Hal senada dikatakan Rahmat, pedagang seken di Jodoh. Akibat langkanya barang, pasar seken tersebut kini sepi pengunjung.
"Sehari paling banyak dua barang saja yang terjual. Paling lepas buat makan dan bayar arisan ," kata pedagang sepatu tersebut.
Sementara Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberhentikan barang seken tersebut masuk ke Batam.
"Penindakan ini merupakan bukti komitmen keseriusan Bea Cukai Batam dalam menstop peredaran barang ilegal,” ujarnya.
Evi menjelaskan peredaran barang bekas ini sangat mengganggu industri dalam negeri. Sehingga, barang bekas yang masuk ke Batam harus ditindak.
“Kegiatan ini juga untuk memberikan efek jera dan menekan terjadinya pelanggaran yang serupa,” tutupnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung