Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Perantau Asal Aceh Ditemukan Tewas di Kosan, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Yofie Yuhendri • Rabu, 12 November 2025 | 12:40 WIB
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang.

batampos - Rizki Munandar, penghuni kosan di Perumahan Grya Prima, Blok N, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji dipastikan tewas karena sakit. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan dari tubuh pria 28 tahun ini.

“Tidak ada tanda kekerasan. Korban meninggal karena sakit,” ujar Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, melalui Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Andy Pakpahan, Selasa (11/11).

Andy menambahkan tewasnya korban karena sakit diperkuat dari keterangan pihak keluarga. Serta ditemukannya obat-obatan medis di kamar pria yang bekerja di PT LKS Bintang Industri tersebut.

“Keterangan keluarga, korban memang ada riwayat sakit sejak lama,” katanya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit thalassemia dan menjalani cuci darah secara rutin. Tiga tahun lalu ia juga sempat menjalani operasi ginjal. Bahkan dalam dua bulan terakhir, korban diketahui melakukan transfusi darah.

“Dari keterangan keluarga juga korba sudah lama juga mengkonsumsi obat untuk meredakan sakitnya,” ungkapnya.

Diketahu, jasad korban pertama kali ditemukan abang angkat korban, Syamsurijal. Korban selama 3 hari tidak masuk kerja dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

Saat ditemukan, korban tanpa busana dan tergeletak di kamar. Temuan ini kemudian dilaporkan ke perangkat RT dan pihak kepolisian.

“Untuk jasad korban sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi telanjang di kamar kosnya di Perumahan Grya Prima, Blok N, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Sabtu (8/11). Korban diketahui bernama Rizki Munandar (28), asal Aceh. Peristiwa ini membuat geger penghuni kos dan warga sekitar lokasi kejadian. (*)

 

 

Editor : Ahmadi Sultan
#mayat di kos-kosan