Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Intel Gempar! Mantan Karyawan Diduga Mencuri Ribuan Dokumen Rahasia dan Menghilang

Juliana Belence • Kamis, 13 November 2025 | 12:30 WIB
Intel melayangkan gugatan kepada mantan karyawannya setelah mencuri 18.000 dokumen.
Intel melayangkan gugatan kepada mantan karyawannya setelah mencuri 18.000 dokumen.

batampos - Intel Corporation tengah menghadpai kasus setelah mantan karyawannya, Jinfeng Luo, diduga mencuri hampir 18.000 berkas rahasia perusahaan sebelum meninggalkan perusahaan pada pertengahan tahun 2024.

Jinfeng Luo sebelumnya bekerja sebagai software engineer sejak tahun 2014 di Intel. Gugatan menyebutkan bahwa Luo diduga telah mengunduh sekitar 18.000 berkas sensitif dari sistem Intel, termasuk dokumen yang diberi label "Intel Top Secret".

Kasus ini menyoroti potensi ancaman dari orang dalam mengenai isu yang tengah marak PHK di industri teknologi.

Kronologi Kasus Jinfeng Luo

Luo diberhentikan pada 7 Juli dengan kontrak berakhir pada 31 Juli. Setelah pemberitahuan itu, Luo dituduh mencoba mengunduh file dari laptop perusahaan ke hard drive eksternal, tetapi sistem keamanan internal Intel berhasil memblokirnya.

Tindakan ini tidak menimbulkan peringatan sistem yang membuatnya mencoba lagi. Lima hari kemudian ia kembali mencoba menggunakan perangkat NAS (Network Attached Storage) dan berhasil.

Empat hari selanjutnya, Luo diduga mengunduh dan mentransfer hampir 18.000 dokumen, termasuk file rahasia.

Intel mengungkap bahwa transfer data terdeteksi secara internal yang memicu penyelidikan mendalam.

Dalam dokumen pengadilan, Intel menyebut Luo memegang posisi insinyur dengan akses terhadap beragam informasi rahasia.

Ia bekerja pada proyek - proyek yang sangat dilindungi dari kebocoran eksternal.

Gugatan Senilai US$250.000

Intel menyatakan telah menghubungi Leo melalui berbagai cara selama beberapa bulan untuk meminta pengembalian data dan kerja sama. Namun, Luo tidak memberi respon apapun.

Intel kemudian menuntut kerugian minimal sebesar US$250.000 dalam gugatan. Luo diduga berdomisili di negara bagian Washington atau Oregon.

Secara umum, Intel memiliki kebijakan yang melarang penggunaan perangkat eksternal yang terhubung ke komputer atau jaringan perusahaan.

Sampai saat ini, Luo belum memberikan tanggapan publik dan keberadaannya tidak bisa dipastikan.(*)

Editor : Juliana Belence
#dokumen rahasia #Software Engineer #Intel Corporation #Intel