Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Stimulus Diskon Tiket Pelni Picu Lonjakan Penumpang, Batam Jadi Simpul Penting Pelayaran

Rengga Yuliandra • Senin, 29 Desember 2025 | 13:05 WIB

Penumpang kapal Pelni saat berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Renggga Yuliandra/Batam Pos
Penumpang kapal Pelni saat berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Renggga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Program stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terbukti berdampak signifikan terhadap lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain menarik minat karena tarif lebih terjangkau, kebijakan ini turut menguatkan peran sejumlah daerah sebagai simpul pergerakan penumpang laut nasional, termasuk Kota Batam.

Berdasarkan data PELNI per 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket diskon telah mencapai 265.304 tiket atau setara 68 persen dari total anggaran stimulus sebesar Rp24,8 miliar. Dengan demikian, sisa kuota diskon yang masih tersedia sekitar 32 persen.

Program diskon tiket sebesar 20 persen dari tarif dasar kelas ekonomi ini berlangsung sejak 21 November 2025, dengan jadwal keberangkatan kapal mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Selama periode awal pelaksanaan, realisasi jumlah penumpang tercatat mencapai 164.385 orang.

Baca Juga: Ratusan Nelayan di Batam Tak Bisa Melaut, Wahyu Wahyudin: Masa Ikan Benggol Impor?

Lonjakan penumpang paling signifikan terjadi pada 18 Desember 2025, dengan jumlah mencapai 27.765 orang. Angka tersebut meningkat 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 14.046 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan transportasi laut kembali menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan program stimulus diskon tiket berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Penjualan tiket yang terus meningkat menunjukkan stimulus ekonomi dari pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin bepergian dengan biaya lebih terjangkau selama libur akhir tahun,” ujarnya.

Menurut Ditto, peningkatan mobilitas terlihat jelas pada sejumlah rute favorit. Rute Belawan–Batam tercatat sebagai salah satu yang terpadat dengan 14.591 penumpang, disusul Batam–Belawan sebanyak 13.699 penumpang. Selain itu, rute Jayapura–Biak (4.357 penumpang), Makassar–Bau-Bau (4.048), serta Bau-Bau–Makassar (3.515) juga mengalami kenaikan signifikan.

Data tersebut menegaskan posisi strategis Batam dalam jaringan pelayaran nasional. Selama periode Nataru, Batam masuk tiga besar pelabuhan tersibuk, baik dari sisi kedatangan maupun keberangkatan penumpang.

Untuk pelabuhan kedatangan terpadat, Makassar berada di posisi pertama dengan 21.095 penumpang, diikuti Ambon 17.817 penumpang, dan Batam di peringkat ketiga dengan 16.670 penumpang. Sementara itu, untuk pelabuhan keberangkatan, Makassar kembali memimpin dengan 20.423 penumpang, disusul Ambon 19.931 penumpang, dan Batam dengan 16.462 penumpang.

Baca Juga: Aspabri Nilai Promosi Pariwisata Kepri Masih Minim, Kalah dengan Tiktoker

Tingginya arus keluar-masuk penumpang di Pelabuhan Batam mencerminkan kuatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik, liburan, maupun aktivitas ekonomi antardaerah, sekaligus menegaskan peran Batam sebagai pintu gerbang penting wilayah barat Indonesia.

Meski terjadi lonjakan penumpang, PELNI memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan guna memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan, termasuk pengaturan jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas kapal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Koordinasi dengan otoritas pelabuhan terus dilakukan agar pelayanan kepada penumpang tetap aman dan nyaman,” tegas Ditto.

Dengan sisa kuota diskon sekitar 32 persen, PELNI mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan program tersebut sebelum kuota stimulus habis dan tarif kembali normal.

Program diskon tiket kapal PELNI berlaku di seluruh kanal penjualan resmi, mulai dari aplikasi dan situs PELNI, contact center 162, loket cabang, hingga berbagai kanal perbankan dan ritel seperti BCA Mobile, Livin’ by Mandiri, BRImo, BNI Agen46, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, serta mitra perjalanan lainnya. Metode pembayaran juga didukung oleh berbagai layanan perbankan dan pembayaran digital.

PELNI berharap program stimulus ini tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, tetapi juga mendorong pemerataan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Batam yang sangat bergantung pada konektivitas laut. (*)

Editor : Jamil Qasim